Penampilan Titik Jadi Host PD Dicurigai Beragenda Politik

Penampilan Titik Jadi Host PD Dicurigai Beragenda Politik

- detikNews
Minggu, 11 Jun 2006 15:50 WIB
Jakarta - Mbak Titik Soeharto mengukir sejarah. Baru kali ini, ada keluarga Cendana yang tampil sebagai presenter pertandingan Piala Dunia (PD). Dia tampil di stasiun televisi ternama, SCTV. Ada apa? Penampilan Titik dicurigai beragendakan politik. Pengamat politik dari Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS), Sukardi Rinakit, termasuk pihak yang melihat adanya agenda terselubung dalam penampilan Titik. Menurut dia, tidak dapat dipungkiri kemunculan Mbak Titik di acara PD sebagai upaya keluarga Cendana untuk come back ke panggung politik. "Tapi, kepentingan politiknya tidak dalam jangka pendek. Ibarat tanaman, mereka sedang menanam bibit 'kesadaran' bahwa era pak harto lebih baik daripada kondisi sekarang yang sulit," kata Sukardi saat berbincang-bincang dengan detikcom, Minggu (11/6/2006). Kecurigaan adanya agenda politik ini terlihat, karena Mbak Titik jelas tidak mempunyai kemampuan sebagai presenter sepak bola. Selain terbata-bata, Mbak Titik juga terlihat tidak menguasai masalah. Selain itu, kecurigaan adanya agenda politik ini juga terkait saat Mbak Titik memberikan bantuan untuk korban gempa dan pengungsi Merapi beberapa waktu lalu. Apakah kemunculan Titik itu terkait Pemilu dan Pemilihan Presiden 2009 nanti? Sukardi memprediksi keluarga Cendana baru bisa menyemai bibit tersebut tidak dalam waktu dekat. "Bibit tersebut baru bisa disemai antara 10 hingga 15 tahun mendatang. Tapi, politik itu unpredictable, bisa saja apa yang dialami Mbak Mega yang lalu, akan terjadi kepada anak-anak Cendana," tambahnya dengan nada serius.Kecurigaan adanya agenda politik atas munculnya Titik itu juga dirasakan oleh pengamat komunikasi Universitas Indonesia (UI) yang juga anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Ade Armando. Ade melihat, kemunculan Titik di SCTV sebagai upaya propaganda untuk memperbaiki citra Soeharto. KPI, kata Ade, selama ini tidak pernah mengantisipasi munculnya bentuk propaganda yang bukan dalam format tayangan politik, sehingga memang tidak ada aturan yang ketat. "Namun kami telah ingatkan berulangkali, bahwa media jangan terjebak menjadi sarana politis," tegas dia. Kembalinya keluarga Cendana ke dunia politik, sebenarnya juga telah digagas Mbak Tutut dalam Pemilu 2004 lalu. Untuk meraih kekuasaan, Mbak Tutut membawa bendera PKPB (Partai Karya Peduli Bangsa), partai yang dipimpin kroni Soeharto, Jenderal (Purn) Hartono. Tapi, upaya Tutut gagal total. PKPB mendapat suara yang tidak signifikan. (asy/)


Berita Terkait