3 Skenario Titik Soeharto di Mata Peneliti

3 Skenario Titik Soeharto di Mata Peneliti

- detikNews
Minggu, 11 Jun 2006 13:50 WIB
Jakarta - Titik Soeharto (dulu dikenal dengan Titik Prabowo-Red) muncul sebagai presenter Piala Dunia (PD) 2006 di SCTV. Bila tidak tampil di siaran PD, Mbak Titik tentu tidak akan banyak diprotes. Maklum, PD merupakan event olahraga empat tahun sekali yang menyihir dunia. Lantas Mengapa Titik dipasang SCTV sebagai presenter? Publik tentu bertanya-tanya karena belum mendengar sejak kapan Titik beralih profesi menjadi presenter. Yang diketahui publik, Titik adalah anak Soeharto, mantan istri Letjen (Purn) Prabowo Subianto, pengusaha dan juga komisaris SCTV. Kepala Humas SCTV Budi Darmawan menegaskan, penunjukan Titik sebagai presenter bukan pesanan siapa pun. Titik dipilih sudah sejak lama. Menurut Budi, tidak alasan apa-apa penunjukan Mbak Titik itu, selain sebagai faktor surprise saja. Karena itu, bila ada publik yang kemudian mempertanyakan dan kecewa atas penampilan Titik, maka hal itu wajar. Itu bagian dari surprise. Salah satu yang mengaku pusing atas penampilan Titik adalah Sukardi Rinakit, peneliti dari Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS). "Jujur saja, penampilan Titik mengganggu kenyamanan penonton. Masa bawain Piala Dunia pakai blazer. Pakai kaos dong, biar sporty," kata Sukardi saat berbincang-bincang dengan detikcom, Minggu (11/6/2006). "Saat lihat penampilannya, kepala saya pusing, apa-apaan ini" keluh pria bergelar doktor yang turut tersihir oleh PD ini. Selanjutnya, Sukardi menilai ada tiga skenario di balik penampilan Titik sebagai presenter PD. Pertama, ini bagian dari komunikasi politik keluarga Cendana. "Ini karena Piala dunia menjadi medan tepat melakukan komunikasi politik dengan publik untuk memulihkan citra keluarga Cendana," ujar Sukardi. Kedua, sisi bisnis dengan daya jual keluarga Cendana yang tinggi, membuat SCTV akan berlimpah iklan setelah memunculkan sosok fenomenal. Ketiga, kemungkinan lobi-lobi keluarga Cendana ikut menentukan kemenangan SCTV memperoleh hak siar Piala Dunia dalam tender penanyangan. "Pemunculan Mbak Titik bisa jadi kompensasinya," jelas Sukardi. Bila memang untuk memperbaiki citra Soeharto, lantas mengapa Mbak Titik yang terlihat tidak menguasai sepakbola yang dipasang SCTV? "Barangkali, Mbak Titik saja yang mau. Sebenarnya saya lebih suka Mbak Tutut yang maju, kan lebih seru," canda dia. (asy/)


Berita Terkait