Pelanggan Kabelvision Kecewa Tak Bisa Nonton Piala Dunia

Pelanggan Kabelvision Kecewa Tak Bisa Nonton Piala Dunia

- detikNews
Minggu, 11 Jun 2006 12:08 WIB
Jakarta - Siapa sih yang tidak kecewa bila punya TV dan berlangganan TV kabel, tapi tak bisa menonton siaran Piala Dunia? Itulah yang dialami oleh para pelanggan Kabelvision. Mereka menyesalkan mengapa Kabelvision tidak memberitahukan masalah ini jauh-jauh hari sebelum Piala Dunia berlangsung. Redaksi detikcom, hingga Minggu (11/6/2006) menerima banyak e-mail dari pelanggan Kabelvision yang kecewa itu. Mereka terkejut karena pada saat pertandingan pembukaan antara Jerman-Kostarika digelar, siaran SCTV di Kabelvision malah tentang dangdutan. Edy, warga Bendungan Hilir, Jakarta, merupakan salah satu pelanggan Kabelvision yang kecewa. "Aduh, pelanggan Kabelvision harus gigit jari, tidak bisa menonton Piala Dunia," kata Edy. Menurut dia, pertandingan Piala Dunia dimulai, Kabelvision baru memberikan pengumuman kepada para pelanggan lewat layar televisi bahwa Kabelvision tidak bisa menyiarkan Piala Dunia, karena hak siar Piala Dunia adalah eksklusif milik SCTV. "Tapi, mengapa pemberitahuan dari Kabelvision tidak jauh-jauh hari. Kalau jauh-jauh hari, saya kan bisa siap-siap untuk membeli antena biasa atau cara lain untuk menonton Piala Dunia," sesal pria yang sudah dua tahun berlangganan Kabelvision ini. Hal yang sama juga disampaikan Awan Bagaskoro. "Saya tidak tahu lagi harus berbuat apa dengan kebohongan dan kecurangan yang dilakukan SCTV dan Kabelvision mengenai tayangan langsung Piala Dunia 2006. Ternyata sebagai pelanggan Kabelvision, kita tidak dapat menyaksikan pertandingan sepakbola langsung seperti yang dijanjikan. Malah waktu kita tunggu-tunggu jelang pertandingan tiba-tiba keluar permintaan maaf dari SCTV. Pihak Kabelvision kita hubungi tidak dijawab karena sibuk terus," tulis Bagaskoro.Menurut Baskor0, masalah ini benar-benar sebuah kecurangan dan kebohongan kepada publik yang tidak bisa ditolerir lagi. "Kalau dari jauh-jauh hari ada pemberitahuan, mungkin kita bisa mengerti meskipun tidak bisa menerima. Apalagi sebagai pelanggan Kabelvision, kita sudah berlangganan uang bulanan yang tidak sedikit. Menurut hemat saya ini merupakan suatu korupsi yang sangat canggih dan sangat kasar kepada masyarakat luas," keluh Bagaskoro. Johan, pelanggan Kabelvision lainnya, juga merasa dirugikan. "SCTV yang ditayangkan Kabelvision berbeda dengan yang menggunakan antena tv biasa. Pihak Kabelvision sudah coba dikontak, tapi teleponnya sibuk terus," tulis Johan. (asy/)


Berita Terkait