ADVERTISEMENT

Kapal Tenggelam di Perairan Batang, Diduga Overload-Tak Ada Korban Jiwa

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 19 Jun 2022 20:06 WIB
Kapal Tenggelam Batang
Foto: Istimewa
Jakarta -

Kapal motor (KM) Keyla 1 diketahui tenggelam di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Klidang Lor, Batang, Jawa Tengah pada 2 Maret 2022 lalu. Diketahui, kapal ini mengalami overload alias kelebihan kapasitas karena mengangkut muatan sebanyak 17 karyawan PT Anugerah Samudera Madanindo (ASM) serta barang bawaan hingga 4 kuintal.

"Dari Batang, kita bawa belanjaan, kebetulan orang-orang pada belanja semua, yang lain ikut semua, sama-sama dari ASM," ungkap Nahkoda kapal KM Keyla 1, Purwanto dalam keterangannya, Minggu (19/6/2022).

Ia menjelaskan saat kapal mendekati PLTU, tiba-tiba terjadi ombak besar. Sehingga kapal yang tidak imbang pun menjadi oleng.

"Muatan barangnya banyak 4 kuintal, yang naik juga melebihi kapasitas 17 orang," ujarnya.

Purwanto mengatakan sebelum kejadian memang tidak ada peraturan. Namun, setelah kejadian ada peraturan mengenai kapasitas kapal.

"Kapasitas kapal Keyla 1 sebenarnya 8 orang, atau maksimal 10 orang," tegasnya.

Purwanto menegaskan yang paling penting semua penumpang selamat, sementara urusan lain menyusul belakangan.

"Dari pihak perusahaan ASM yang mengurusnya, semua dibawa ke kantor ASM untuk diperiksa," tandasnya.

Sementara itu, Pemilik Kapal KM Keyla 1 Danang Siswoyo mengatakan bangkai kapalnya sampai saat ini terbengkalai. Menurutnya, sekitar satu bulan kapal tersebut dibiarkan di dasar laut. Padahal, seharusnya ada ganti rugi dari PT. ASM yang menyewa kapal.

"Saya sudah menyampaikan tapi mereka diam saja, tidak ada tanggapan sampai sekarang," keluh Danang.

"Tanggal 2 April baru diangkat, tapi itu pun saya harus membersihkan sendiri kapalnya. Besar juga biayanya. Kemudian, setelah itu kapal ditarik ke sungai," tuturnya.

Danang menjelaskan pihaknya selalu menyediakan pelampung sebagai perlengkapan keselamatan penumpang kapal. Oleh karena itu, ia menyayangkan para penumpang yang lalai tidak memakai pelampung sewaktu kapal KM Keyla 1 mengalami kecelakaan.

"Pelampung berfungsi untuk mengapungkan orang di atas air, sehingga penumpang tidak mudah tenggelam," tegasnya.

Saksi dari Berbagai Pihak

Seorang petugas keamanan yang tidak mau disebutkan namanya turut menceritakan kronologi kejadian tenggelamnya KM Keyla 1 secara lebih detail. Ia menjelaskan pada Rabu (2/3) lalu sekitar pukul 15.30 di dekat lokasi jaring hiu Intake bag.900, kapal penumpang dihantam gelombang besar lateral 1,89 m dan langsung tenggelam.

"Para penumpang terguling oleh ombak hingga ditemukan oleh kru SWIX di ch.900 dekat jaring hiu. Sekitar pukul 15.37 Supervisor dari SWIX mendengar korban berteriak 'Tolong' dan kemudian melihat korban 'man-over' naik dan mulai menyelamatkan menggunakan speedboat dari SWI X. Sekitar pukul 16.00 (Second Rescue) Speed boat dari SWIX kembali ke lokasi KM Keyla 1 tenggelam dan penyelamatan 4," terangnya.

Menurutnya, saat cuaca buruk seharusnya kapal KM Keyla 1 tidak boleh berangkat. Akan tetapi, kapal tetap berangkat hingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kapal KM Keyla 1 tenggelam. Sehingga, ia menilai PT ASM ceroboh dan tidak mengutamakan keselamatan.

"Seharusnya saat naik kapal, para karyawan memakai pelampung sebagai perlengkapan keselamatan penumpang kapal, dan seharusnya juga perusahaan mengutamakan keselamatan karyawannya," tandasnya.

Senada, perwakilan nelayan Klidang Lor, Batang, Suratman membenarkan terjadinya kecelakaan kapal KM Keyla 1.

"Iya memang ada kecelakaan kapal KM Keyla 1 dan semua nelayan di sini tahu jadi waktu itu geger sekali," ungkapnya.

Suratman mengatakan saat itu terjadi gelombang besar yang membuat kapal terbalik. Ditambah lagi kapasitas yang berlebih, sebab Kapal KM Keyla 1 mengangkut kurang-lebih 17 orang.

Selain saksi mata, pihak berwajib yakni Petugas Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Batang, Amin M pun membenarkan kejadian kapal tenggelam di Batang ini.

"Kita di sini tahu kalau kapal KM Keyla 1 memang tenggelam, tapi pihak ASM tidak mau diekspos jadi kita tidak menindaklanjuti mencatat kejadiannya," kata Amin.

Lebih lanjut, Amin menerangkan saat kejadian ia tidak bertugas, tapi rekannya yang bertugas. Kendati demikian, pihak yang bersangkutan disebut tidak mau memproses kejadian sehingga pihaknya tidak memproses lebih lanjut. Menurutnya, tidak diprosesnya sebuah kejadian ini memang tergantung pada pihak yang bersangkutan.

"Lagi pula tidak ada korban jiwa dan kapalnya sudah diangkat," tambahnya.

Amin menyampaikan pihaknya tidak mau mencampuri segala hal di luar wewenangnya.

"Kita di sini bertugas untuk mengupayakan perdamaian demi menjaga keamanan dan ketertiban daerah perairan ini," tandasnya.

Sementara itu, hingga kini pihak ASM yang berjumlah sekitar dua orang lebih tidak ada yang mau memberikan jawaban terkait kejadian tenggelamnya kapal KM Keyla 1 ini.

(ega/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT