Pemerintah Ingkar Janji Soal Biaya Perawatan Korban Gempa

Pemerintah Ingkar Janji Soal Biaya Perawatan Korban Gempa

- detikNews
Sabtu, 10 Jun 2006 20:02 WIB
Jakarta - Pemerintah dinilai ingkar janji soal biaya perawatan korban gempa. Ternyata biaya perawatan tak ditanggung oleh pemerintah. Biaya perawatan itu diambil dari dana Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin).Hal itu terungkap ketika Wakil Ketua DPR, Zaenal Ma'arif yang juga ketua Tim Pengawas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Korban Gempa DIY-Jateng melakukan sidak ke beberapa rumah sakit di Solo yang menangani pasien korban gempa, Sabtu (10/6/2006). Dari temuan di lapangan, dia menilai Pemerintah tidak konsisten. Hal itu terungkap dalam surat yang dikirim Dirjen Pelayanan Medik Depkes kepada rumah sakit yang merawat korban gempa. Dalam surat itu tertulis, seluruh korban gempa akan dibiayai dana Askeskin dan pihak rumah sakit diminta mengajukan klaim kepada Askes cabang setempat."Ini tindakan sangat tidak fair. Persoalan bencana tidak ada kaitannya dengan Askes, karena ini situasi darurat," ujar Zaenal.Jika penggantian perawatan dibiayai dari Askeskin maka akan mempersulit klaim bagi pasien memegang Askeskin. Bagi pemegang Askeskin yang kartunya hancur atau hilang, juga akan berbenturan dengan birokrasi lain yang rumit."Kami akan memanggil Menkes untuk mempertanyakan persoalan ini," tandas dia.Ketika mengunjungi RS Orthopedi Prof Dr Soeharso, Solo, Zaenal menerima keluhan tentang hal itu. Direktur RS Orthopedi, dr Sulistyowati mengungkapkan setelah menerima surat dari Depkes 6 Juni lalu, pihaknya segera menyusun berkas klaim.Ketika disampaikan ke Askes Solo ternyata belum bisa dilayani dengan alasan belum ada petunjuk dari kantor pusat. Padahal, penggantian biaya itu diperlukan secepatnya untuk operasional rumah sakit dan membayar supplyer peralatan dan obat-obatan dalam masa darurat penanganan korban gempa.Ada sejumlah rumah sakit di Solo dan sekitarnya yang menangani pasien korban gempa. Masing-masing telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. RSO Dr Soeharso telah menanggung biaya perawatan tidak kurang dari Rp 2,5 miliar dan RS Dr Moewardi, Solo telah mengeluarkan dana hingga Rp 2 miliar. (mar/)


Berita Terkait