Derita Pengungsi Merapi di Klaten
Sabtu, 10 Jun 2006 16:20 WIB
Klaten - Mulai dari sakit mata, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), hingga ancaman kekurangan pangan menambah derita pengungsi Gunung Merapi di Klaten.Ada hampir 3.000 jiwa warga empat desa lereng Merapi di Kabupaten Klaten yang memenuhi tiga pos pengungsian.Hingga Sabtu (10/6/2006) ini, 1.272 pengungsi ditampung di Pos Keputran dan 931 orang di Pos Dompol.Mereka adalah warga Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Kendalsari, Kecamatan Kemalang. 442 Warga Desa Balerante, Kemalang diungsikan ke Pos Desa Ngempakseneng, Kecamatan Manisrenggo.Jumlah tersebut masih dimungkinkan akan terus bertambah, mengingat semakin meningkatnya aktivitas Gunung Merapi. Di keempat desa tersebut, sebagian besar warganya memang belum diungsikan. Hanya yang tinggal di dusun-dusun paling membahayakan yang telah diturunkan ke pos pengungsian.Namun mereka yang mengungsi itu masih harus mendapat beban lainnya. Sebagian dari mereka saat ini mulai terserang sesak nafas dan sakit mata. Perlengkapan ala kadarnya yang dimiliki warga untuk menghindari debu vulkanik Merapi diduga sebagai penyebab datangnya penyakit tersebut."Penyakit yang banyak dikeluhkan warga pengungsi adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan comjungtivitis (flu mata). Hal tersebut disebabkan oleh debu vulkanik, sedangkan warga banyak yang tidak menggunakan pelindung apapun," ujar Rochidah petugas medis di Posko Keputran.Sementara itu Camat Kemalang Giyanto mengungkapkan kalau sekitar 3.600 warga tiga desa yakni Sidorejo, Tegalmulyo, dan Balerante, sudah mengungsi.Hanya saja, sebagian masih bertahan di kampung halamannya. Warga di tempat pengungsian Kemalang kembali terserang penyakit comjungtivitis sejak mereka diungsikan Minggu malam.Hal tersebut diduga dikarenakan faktor cuaca dan debu di tempat pengungsian. Tidak saja penyakit belek (mata), namun penyakit ikutan seperti ISPA menyerang sebagian warga yang berada di tempat pengungsian.Logistik MenipisPersoalan lainnya adalah stok logistik bagi pengungsi yang makin menipis. Dua bencana besar yang melanda Kabupaten Klaten, yaitu gempa dan letusan gunung dalam waktu bersamaan, mempersulit Satlak Penanganan Bencana Kabupaten Klaten untuk memenuhi kebutuhan pengungsi."Cadangan logistik yang ada di posko kami saat ini tinggal cukup untuk kebutuhan tiga hari. Tinggal ada tiga kwintal beras, beberapa dus air mineral, ikan asin, dan mie instan" ujar Djumadi, petugas dari Satlak PB Klaten di Pos Ngemplakseneng.Para pengungsi rupanya juga dapat memaklumi kondisi yang terjadi. "Tidak masalah kalaupun kami yang kekurangan makan, karena ada yang lebih butuh, yaitu saudara-saudara kita yang terkena gempa. Kami masih ada cadangan pangan di rumah," ujar Wiyo Sugito, salah seorang pengungsi.
(sss/)











































