493 Hektar Hutan Merapi Rusak
Sabtu, 10 Jun 2006 10:22 WIB
Surakarta - Akibat tertutup material muntahan letusan dan terbakar awan panas, tercatat 493 hektar hutan di Gunung Merapi rusak.Dikhawatirkan hingga aktivitas Merapi reda, kerusakan mencapai 40 persen dari total 2.307,1 hektar hutan Merapi.Asisten KPH Perhutani Surakarta, Suwarto, memaparkan sejak Merapi mengeluarkan material pertengahan April lalu, hingga kini dipastikan 5 petak hutan rusak total.Petak 58, 75 dan 78 ludes terbakar awan ludes, sedangkan Petak 85 dan 86 tertimpa material muntahan dari kepundan.Luas kelima petak hutan yang rusak itu 493 hektar dengan tananam beragam, yaitu akasia decuren, pinus, bentamim, dan hutan tenaman campuran."Di Petak 58 masih banyak tanaman baru yang umurnya masih dalam hitungan bulan," jelasnya saat ditemui di Surakarta, Sabtu (10/6/2006) pagi.Untuk pemulihan lagi nantinya dinilai bukan pekerjaan yang mudah dan murah, mengingat lokasinya yang sangat sulit."Hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. Karenanya biayanya juga akan lebih mahal, bisa mencapai Rp 2,5 juta per hektarnya," tambahnya.Terancam Rusak 40%Sejak awal, lanjut Suwarto, pihaknya telah menyampaikan bahwa letusan Merapi akan berdampak langsung pada lahan hutan yang ada di kawasan tersebut.Bahkan dalam prediksi Perhutani, sedikitnya 1.059,9 hektar hutan Merapi terancam rusak.Angka tersebut mencapai 40 persen dari luas total hutan Merapi yang mencapai 2.307,1 hektar. Hutan yang terancam rusak itu, dalam perkiraan Perhutani, 708,8 hektar di Klaten yaitu di atas Kali Woro serta utara Desa Balerante dan Sidorejo. Sedangkan 351,1 hektar hutan lainnya berada di atas Desa Tlogolele, Boyolali.Potensi kerusakan sebesar itu diakibatkan luncuran lava pijar maupun awan panas yang cukup besar dalam letusan tahun ini yang dimungkinkan akan meludeskan banyak tanaman hutan."Di mana pun kalau ada gunung meletus, dampak langsungnya adalah merusak hutan di badan gunung itu," jelas Suwarto.
(sss/)











































