ADVERTISEMENT

Jokowi soal COVID-19 Naik Lagi: Waspada, Waspada, Waspada

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 18:31 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut positivity rate COVID-19 di Indonesia saat ini masih di bawah kriteria yang ditetapkan WHO. Namun Jokowi meminta masyarakat selalu waspada menyusul kenaikan kasus COVID-19 imbas munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

"Sementara ini positivity rate masih di bawah standar yang diberikan WHO. Tapi apa pun kita harus waspada. Sejak awal meskipun belum naik saya kan udah sering ngomong nggak sekali, dua kali, tiga kali. Waspada, waspada, waspada. Baik yang Omicron maupun BA.4 BA.5," kata Jokowi kepada wartawan di Sentul, Bogor, Jumat (17/6/2022).

Jokowi berharap tidak ada kenaikan kasus COVID-19 yang terlalu signifikan. Dia pun meminta masyarakat segera melakukan vaksinasi booster.

"Kita berharap nggak ada kenaikan. Tapi saya sudah sampaikan juga sebulan dua bulan lalu semua booster. Vaksinnya ada, masih ada puluhan juta. Saya sudah minta semuanya sekarang ini ingin melakukan booster, mencari pesertanya saja kesulitan," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan puncak subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan mencapai 20 ribu kasus per hari. Perkiraan itu berdasarkan pengamatan dari puncak kasus di negara lain.

"Jadi kalau puncak Delta dan Omicron di 60 ribu kasus sehari, kira-kira nanti estimasi berdasarkan data di Afrika Selatan mungkin puncaknya kita di 20 ribu per hari, karena kita pernah sampai 60 ribu paling tinggi kan," kata Budi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/6).

Budi menjelaskan puncak kasus BA.4 dan BA.5 diperkirakan lebih rendah dari puncak Omicron dan Delta. Tingkat kematiannya juga jauh lebih rendah.

"Tetapi yang perlu kita lihat adalah bahwa fatality rate atau kematiannya jauh lebih rendah mungkin seperdua belas atau sepersepuluh dari Delta dan Omicron," ujar Budi.

Budi memprediksi puncak kasus BA.4 dan BA.5 itu terjadi pada akhir Juli. Setelah itu, kasus diperkirakan turun lagi.

"Jadi kita percaya bahwa nanti akan ada kenaikan kira-kira maksimalnya mungkin 20 ribu per hari satu bulan sesudah diidentifikasi. Jadi sekitar minggu ketiga, minggu keempat Juli dan kemudian nanti akan turun kembali," ujar Budi.

(knv/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT