ADVERTISEMENT

Kasus DB di Bekasi Meningkat, 10 Orang Meninggal Dunia

Fakhri Fadlurrohman - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 16:57 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohillawati
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohillawati (Fakhri Fadlurrohman/detikcom)
Jakarta -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat ribuan kasus demam berdarah (DB) sepanjang 2022. Sebanyak 10 orang meninggal dunia akibat demam berdarah.

"Saat ini di tahun 2022 data yang masuk ke kami Dinas Kesehatan sudah di 1.500 untuk kasus DBD, dan untuk disampaikan oleh teman-teman angka kematiannya 10 (orang) betul," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohillawati ketika ditemui di kantornya pada Jumat (17/6/2022).

Berdasarkan catatan Dinkes Kota Bekasi per 16 Mei 2022, telah ada 1.154 kasus DB. Menurut Tanti, lima sebaran terbanyak berada di Bekasi Utara, Bekasi Timur, Jatiasih, Bekasi Selatan, dan Pondok Gede. Selain itu, perempuan menjadi penyandang kasus terbanyak yang menyintas DB.

"Paling tinggi perempuan dengan jumlah 51 dan laki-laki jumlahnya 40, kemudian yang paling tinggi di antara usia 15 sampai 44 itu ada 46," ucapnya.

"Akan tetapi kita juga perlu antisipasi karena ternyata ada juga kasus diantara usia 1 tahun sampai 4 tahun, artinya ada balita," sambungnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Tanti menjelaskan pihaknya melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M. Selain itu, Tanti mengimbau masyarakat berperilaku hidup bersih.

"Nyamuk ini kan disebabkan oleh lingkungan yang tidak bersih, makannya kita imbau kepada seluruh masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, ya terapkan PSN 3M, jadi itulah langkah yang harus kita lakukan untuk antisipasi wabah DBD tersebut," tuturnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Tanti Rohillawati mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai demam berdarah (DB). Dinkes mencatat kasus DBD di Bekasi sudah mencapai seribuan.

"Kita antisipasi DBD harus dilakukan, karena kasus DBD ini kan hampir sama ya keluhannya ya jadinya harus diwaspadai untuk DBD, munculnya DBD ini cukup lumayan juga ya cukup lumayan banyak," ucap Tanti saat ditemui di Aula Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Jumat (20/5).

Menurut Tanti, tercatat hingga 16 Mei 2022 sudah ada 1.154 kasus. Karena itu, Tanti meminta pihak puskesmas melakukan antisipasi secara maksimal.

Simak video 'Waspada! Kasus DBD di Jembrana Bali Meningkat':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT