Ngruki Harap Tak Ada Rekayasa Jerat Ba'asyir
Sabtu, 10 Jun 2006 09:08 WIB
Solo - Pesantren Al-Mukmin Ngruki berharap pemerintah tidak mencari-mencari alasan untuk menjerat dan menahan kembali Abu Bakar Ba'asyir pasca pembebasannya 14 Juni nanti. Ba'asyir menurutnya, tidak pernah terbukti bersalah secara hukum. Hal itu disampaikan Direktur Al-Mukmin Ngruki, Ustadz Wahyuddin kepada detikcom, Sabtu (10/6/2006) pagi. Meskipun cukup yakin Ba'asyir tidak akan ditangkap lagi, namun dia mengaku khawatir akan adanya rekayasa penangkapan kembali seperti ketika pembebasan Ba'asyir sebelumnya."Kami perlu khusnudzon (berprasangka baik) kepada pemerintah. Namun kami tetap mengamati berbagai peristiwa menjelang pembebasan beliau yang mungkin bisa diarah-arahkan untuk memojokkan lagi. Memang ada yang bisa dihubung-hubungkan namun kami berharap itu tidak terjadi," ujarnya.Wahyuddin berharap pemerintah lebih arif memperlakukan Ba'asyir dengan menghentikan tuduhan perbuatan yang tidak pernah dilakukan. Lagipula, kata dia, sudah dilakukan dua kali pembuktian secara hukum dan hasilnya menyatakan bahwa Ba'asyir memang tidak pernah terlibat tindak pidana teror.Kesehatan Kurang FitLebih lanjut Wahyuddin mengatakan hingga saat ini belum dapat dipastikan jadwal kegiatan pertama yang akan dilakukan Ba'asyir setelah bebas. Hal itu dikarenakan ada usulan kegiatan awal yang berbeda antar-pendukung Ba'asyir. Menurut Wahyuddin, perbedaan itu akan dibicarakan lagi untuk pilihan paling baik. MMI menghendaki selepas dari LP Cipinang Ba'asyir terbang ke Yogyakarta menuju kantor pusat MMI untuk jumpa pers, menengok korban gempa, dan baru setelahnya pulang ke Ngruki. Sedangkan elemen pendukung di Solo berharap Ba'asyir lebih dulu pulang ke Ngruki dan setelahnya baru melakukan kegiatan.Pertimbangan pendukung di Solo, kata Wahyuddin, dikarenakan Ba'asyir saat ini dalam kondisi kesehatan kurang fit. Karena itulah diharapkan Ba'asyir bisa beristirahat dulu satu hingga dua hari baru selanjutnya mengunjungi korban gempa dan kegiatan lainnya, termasuk kemungkinan menggelar pengajian akbar."Itu masih akan ditambah lagi dengan kesibukan beliau menerima kunjungan tamu setelah bebas. Karenanya juga kami perlu berkonsultasi dengan dokter apakah nantinya Ustadz Abu (Abu Bakar Ba'asyir) sebaiknya dirawat khusus atau cukup istirahat di rumah untuk pemulihan kesehatannya," ujarnya.Disambut KhususWahyuddin berharap sambutan para pendukung Ba'asyir tidak dilakukan secara besar-besaran dan meriah. Hal tersebut mengingat kondisi yang sedang berkabung pasca bencana di Yogyakarta dan Jateng. Karena itulah dia melarang ketika ratusan massa dari Solo hendak ke Jakarta menjemput Ba'asyir.Di Pesantren Ngruki sendiri, kata Wahyuddin, akan ada sambutan khusus meskipun sederhana. Hal tersebut juga dibenarkan Humas Pesantren Ngruki, Irsyad Fikri. "Beliau adalah pendiri pesantren ini, jadi saja kalau ada sambutan khusus. Apalagi setelah itu beliau akan tinggal lagi bersama kami disini," imbuh Fikri.
(wiq/)











































