ADVERTISEMENT

HNW Ajak Ulama dan MUI Jaksel Kawal Pengamalan Pancasila

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 12:47 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan peran besar ulama dalam mendirikan bangsa dan menyepakati Pancasila di hadapan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Selatan. Ia mengajak MUI Jaksel bekerja sama mengawal pengamalan Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD NRI 1945.

"Kehadiran saya di sini bukan untuk menggarami air laut. Karena para ulama tentu sudah sangat paham mengenai empat pilar MPR RI, yakni Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD NRI 1945. Para ulama berperan besar dalam membentuk, menjaga, dan menyelamatkan pilar-pilar berbangsa tersebut," ujar Hidayat dalam keterangannya, Jumat (17/6/2022).

Hal ini ia sampaikan di hadapan ulama yang mengikuti kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI bekerja sama dengan MUI Jaksel di Jakarta, pada Kamis (16/6). HNW mengaku perlu mengingatkan kembali dan mengajak para ulama untuk bersama mengawal kesepakatan para pendiri bangsa tersebut dari segala bentuk penyimpangan yang sudah terjadi di sepanjang sejarah NKRI.

"Ini merupakan lanjutan dari peran ulama di masa lalu yang telah berjuang di BPUPK, Panitia Sembilan, PPKI dari beragam latar belakang, baik organisasi kemasyarakatan Islam maupun dari organisasi politik Islam," jelasnya.

Ia menceritakan para ulama bersama tokoh bangsa lainnya dari lintas organisasi dan agama secara aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka menyepakati Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, serta menjadikan dan mengembalikan NKRI sebagai bentuk negara.

HNW menjelaskan para ulama tak hanya berjuang melalui pengajian dan khotbah. Tapi juga menunjukkan perjuangan dengan turun langsung ke medan juang.

"Misalnya seperti fatwa jihad dari KH Hasyim Asy'ari (Nahdlatul Ulama) dan Amanat Jihad dari Ki Bagus Hadikusumo (Muhammadiyah) untuk mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," tambahnya.

Selain itu, ada pula terobosan M Natsir yang mampu merealisasikan cita-cita Indonesia Merdeka agar menjadi NKRI. Cita-cita ini terwujud melalui mosi integralnya yang mengembalikan NKRI setelah Indonesia dipecah-belah oleh Belanda menjadi RIS (Republik Indonesia Serikat).

Menurutnya, hal ini perlu selalu diingat bersama terutama di kalangan para Ulama. Sebab peran ulama dan umat untuk negara ini sangatlah banyak dan nyata. Ia menegaskan warisan dan hasil perjuangan para pendahulu perlu dilanjutkan dengan terus mengawal agar tak terjadi penyimpangan dari cita-cita Indonesia Merdeka.

Untuk itu, HNW mengajak para ulama untuk semakin memahami Empat Pilar MPR RI ini bersama dengan komponen bangsa yang lain. Harapannya, para ulama dapat mengawal pengamalannya dan mengoreksi bila ada penyimpangan dari 4 pilar tersebut.

"Misalnya seperti yang dilakukan para ulama terdahulu, bersama TNI dan masyarakat, menyelamatkan Indonesia dari pemberontakan PKI pada tahun 1948 dan tahun 1965. Juga sekarang ketika bangsa dan negara menjumpai tantangan baru di era reformasi, globalisasi dan pasca COVID-19, agar warisan perjuangan para ulama bersama tokoh bangsa tersebut dapat diwariskan dengan baik dan benar kepada Generasi Z, hingga peringatan 100 tahun Indonesia merdeka dan seterusnya," jelasnya.

Lebih lanjut, HNW mengatakan sosialisasi ini dilakukan juga secara dua arah. Adapun pihaknya bertujuan agar MPR RI bisa mendapat nasihat dan masukan dari ulama.

"Sehingga kita bisa bersama-sama mengawal pengamalan Pancasila, NKRI, UUD NRI 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar terselamatkan cita-cita Proklamasi dan Reformasi, dan dijauhkan dari segala bentuk penyimpangan," pungkasnya.

Simak Video 'Polisi: Khilafatul Muslimin Sebut Pancasila Tak Bertahan Lama':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT