Ratusan Korban Gempa Berebut Sabun dan Pasta Gigi

Ratusan Korban Gempa Berebut Sabun dan Pasta Gigi

- detikNews
Jumat, 09 Jun 2006 21:52 WIB
Yogyakarta - Tidak hanya sembako dan tenda yang dibutuhkan para pengungsi korban gempa Yogya. Bantuan sabun mandi, pasta gigi, handuk, dan sisir juga jadi rebutan ratusan warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Mereka memperebutkan hygiene kit yang dibagikan oleh Islamic Relief karena hampir semua warga sudah tidak punya peralatan untuk perawatan kesehatan sehari-hari. Bahkan ada warga atau keluarga korban gempa yang menggunakan sabun mandi atau handuk untuk bersama-sama."Kami sengaja membagikan hygiene kit kepada warga karena saat ini kebutuhan tersebut sangat mendesak. Dan kami tidak ingin warga sakit hanya karena perawatan kesehatan tidak terjaga atau tidak higienis," kata Koordinator Misi Kemanusiaan Islamic Relief, Danco Arizankoski kepada wartawan seusai acara penyerahan di Balai Desa Sumber Agung Jetis Bantul, Jumat (9/6/2006) petang.Selain sembako, kata Danco, para pengungsi korban gempa saat ini juga membutuhkan alat-alat mandi dan tenda untuk berteduh. Sumbangan yang dibagikan kepada ribuan warga di 17 dusun di Desa Sumber Agung dari Islamic Relief 4.085 paket hygiene kit, tenda terpal dan selimut. "Meski tampak sederhana, kami menilai saat ini mereka butuh sekali sabun mandi, handuk, pasta gigi maupun sisir," kata dia. Menurut dia, empat jam setelah gempa terjadi, Islamic Relief NGO International yang berpusat di Birmingham Inggris sudah memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya kepada korban gempa. Saat ini yang mulai dibutuhkan adalah selimut, handuk dan peralatan mandi. "Selama tinggal ditenda pengungsi, banyak di antara mereka yang tidak punya peralatan mandi. Kalau pun punya, ada yang dipakai bersama-sama. Ini tidak higienis dan bisa menimbulkan banyak penyakit apalagi sanitasinya jelek," katanya. Dia menambahkan saat ini Islamic Relief telah memfasilitasi korban untuk mendirikan rumah-rumah darurat dan memberikan bantuan-bantuan kebutuhan pokok di 17 dusun desa Sumber Agung. Tenda terpal yang dibagikan itu diberikan kepada warga yang belum mempunyai tenda hanya tinggal menumpang di tenda darurat milik warga lainnya. Sementara itu salah seorang korban Ny Sardilah (50) menyampaikan kegembiraannya atas bantuan peralatan mandi yang diterima. Namun dia mengaku belum tahu kapan dirinya maupun warga lainnya membangun kembali rumahnya. Namun bila terus tinggal di tenda-tenda darurat juga tidak akan nyaman. "Kami sudah mulai kerja bakti membersihkan rumah-rumah kami yang roboh, mencari barang-barang yang masih bisa dipakai, tidak mungkin kami menunggu dan menonton orang lain membantu kami," ujar dia. (asy/)


Berita Terkait