Duduk Perkara Penolakan Ceramah UAS di Jonggol Viral di Dunia Maya

ADVERTISEMENT

Duduk Perkara Penolakan Ceramah UAS di Jonggol Viral di Dunia Maya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 07:11 WIB
Jakarta -

Penolakan terhadap ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) terjadi di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Video penolakan terhadap ceramah UAS, yang terjadi di Jonggol itu, viral di dunia maya. Begini duduk perkara penolakan terhadap UAS.

Dalam video viral di media sosial, seperti dilihat detikcom, Kamis (16/6/2022), ada sekelompok pria berbaris menghadap kamera, di mana salah seorang dari mereka sedang menjelaskan rencana kedatangan UAS. Menurut pria tersebut, UAS akan datang dalam acara tablig akbar di Perumahan Citra Indah City, pada Jumat (17/6/2022), malam.

Mereka yang menolak mengklaim sebagai warga yang sudah lama tinggal di Perumahan Citra Indah City. Penolak UAS itu juga memiliki perkumpulan bernama Forum Masyarakat Cinta Damai Citra Indra City.

"Maka kami, setelah mengamati perkembangan yang ada, kejadian-kejadian yang meliputi Ustaz Abdul Somad, saat ini kami, Forum Masyarakat Cinta Damai Citra Indah City, dengan berat hati menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad untuk datang ceramah di tempat kami sampai batas yang belum ditentukan," kata pria seperti dalam video.

Pria yang menjelaskan penolakan terhadap ceramah UAS seperti dalam video viral diketahui bernama Ari Indra David.

Ari menjelaskan dua alasan menolak kedatangan UAS. Alasan pertama, terkait kehadiran UAS pada 2013 dalam acara Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI (dibubarkan pemerintah Juli 2017).

"Seperti itulah (menolak UAS), intinya begitu. Kami khawatir yang seperti yang dulu, karena memang tidak ada permintaan maaf secara langsung atau klarifikasi dari pihak UAS kaitannya dengan beliau dalam acara HTI pada tahun 2013 itu. Ada di link YouTube itu. Artinya, kami masih khawatir itu masih melekat dengan apa yang dia ceramahkan," kata Ari saat dimintai konfirmasi, Kamis (16/6/2022).

Alasan lainnya perihal status UAS. Status dimaksud, yaitu UAS tidak masuk daftar penceramah yang direkomendasikan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

"Kenapa juga kita menolak, karena UAS tidak masuk daftar penceramah yang direkomendasikan dari Kemenag, terus pernah juga dilaporkan karena penistaan agama juga beberapa tahun lalu," sebut Ari.

Namun demikian, polisi memastikan ceramah UAS tetap bisa digelar. Simak di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT