Aziddin Ingkari Pertemuan di Hotel Mulia dan Borobudur

Aziddin Ingkari Pertemuan di Hotel Mulia dan Borobudur

- detikNews
Jumat, 09 Jun 2006 16:36 WIB
Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat KH Aziddin terkesan ragu-ragu dan mengingkari adanya pertemuan Komisi VIII dengan Direktur PT Pondok Patin di Hotel Borobudur dan Hotel Mulia.Ketika dicecar wartawan soal pertemuan itu, Aziddin sempat berseloroh sebagai hal biasa. Namum di akhir perbincangan, dia justru mengaku tidak ada pertemuan tersebut.Demikian petikan wawancara wartawan dengan Aziddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2006).Bagaimana pertemuan di Hotel Mulia dan Borobudur?Loh itu kan biasa.Biasa gimana?Ya kalau mau mengajukan sebagai rekanan kan biasa itu.Jadi ada pertemuan?Nggak ada, nggak ada.Pengakuan adanya rapat Komisi VIII DPR terkait bisnis katering jamaah haji ini datang dari HM Yunus, Direktur PT Pondok Patin. Perusahaan katering ini merupakan perusahaan yang direkomendasikan oleh Aziddin kepada Kabid Haji Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jeddah, Arab Saudi.Pertemuan dengan Komisi VIII itu dilakukan enam kali. Empat kali di Hotel Mulia dan dua kali di Hotel Borobudur.Sementara anggota Komisi VIII DPR Fajriyah Fayumi dari FKB mengaku tidak tahu-menahu adanya pertemuan di dua hotel tersebut. Menurutnya, jika pertemuan resmi atas nama Komisi VIII seharusnya dijadwalkan dan dibahas oleh komisi."Waduh mas, nggak tahu. Kalau pertemuan komisi nggak ada kayaknya. Saya baru dengar dari anda," kata dia.Kemungkinan adanya oknum yang mengatasanamakan Komisi VIII, Fajriyah enggan berkomentar. "Nggak tahu, coba aja diinvestigasi," tuturnya.Agar tidak mencatut nama DPR, Fajriyah meminta semua pihak untuk bekerja pada tugas dan wewenang masing-masing. Hal itu untuk menghindari praduga-praduga yang tidak baik dari publik."Ya sudahlah urusan pemerintah biar pemerintah, biar kita tinggal mengawasi. Tidak usah ikut-ikut biar tidak menjadi masalah," tandasnya. (san/)


Berita Terkait