Seismograf Merapi Ngadat
Jumat, 09 Jun 2006 16:35 WIB
Yogyakarta - Di saat Merapi makin aktif, eh .. malah seismograf yang dipasang sekitar Merapi malah ngadat. Tidak bisa beroperasinya seismograf ini akibat guyuran hujan abu tebal yang mengguyur wilayah leret barat daya, barat, dan barat laut Gunung Merapi. Seismograf tidak berfungsi dengan baik sejak Kamis (8/6/2006) kemarin. Alat pemantau getaran aktivitas Merapi ini tidak berfungsi akibat solar cell tertutup abu tebal. Akibatnya, alat ini tidak bisa menyedot sumber energi Matahari. "Tidak rusak alat seismiknya, tapi tidak ada baterai atau tenaga untuk menghidupkannya," kata Sugiono, petugas di Pos Pengamatan Ngepos, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jumat (9/6/2006).Gara-gara tertutup abu tebal setelah wilayah barat diguyur hujan abu tebal beberapa hari lalu, kata dia, power accu tidak bisa mengisi dengan sempurna. Sedang baterai cadangan yang ada di alat tersebut sudah habis. "Alat tersebut jadinya tidak bisa mengirim sinyal ke pos pengamatan," kata dia. Petugas baru mengetahui seismograf ngadat pada hari Kamis (8/6/2006) pukul 09.30 WIB saat terjadi hujan abu tebal setelah Merapi meluncurkan awan panas sejauh 4,5 km ke arah hulu Kali Gendol. Alat seismik dengan tenaga solar cell yang rusak itu, antara lain yang dipasang di Bukit Klathakan. "Kita belum tahu kapan alat itu akan dibersihkan lagi sehingga dapat digunakan. Sebab bila sudah dibersihkan alat itu sudah bisa mengirimkan sinyal lagi," tegas Sugiono.Menurut dia, untuk memperbaiki alat tersebut, sebenarnya cukup mudah dan sederhana, hanya dengan membersihkan panel-panel tempat penyimpanan listrik. "Tapi kalau masih hujan abu tebal seperti kemarin yang mencapai 1,5 milimeter itu percuma saja," katanya.Meski alat seismik di wilayah barat tidak berfungsi, saat ini petugas masih mengandalkan alat yang ada di Pos Kaliurang yang masih berfungsi dengan baik. Untuk memperbaiki saat ini, juga penuh risiko mengingat alat itu terpasang sekitar 2 km dari puncak. Sementara itu hujan abu dan awan panas masih sering terbawa angin hingga wilayah barat. "Kita hanya bisa menunggu sampai aman baru diperbaiki," kata dia.
(asy/)











































