ADVERTISEMENT

Kolom Hikmah

Budi Pekerti

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 17 Jun 2022 07:57 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfaraby/detikcom
Jakarta -

Dikisahkan seorang wanita salehah dan teladan, dikenal dengan nama Ummu Muhammad. Wanita mulia ini biasa memberikan pelayanan gratis untuk persalinan wanita-wanita fakir miskin. Hari itu ada seorang wanita menemuinya dan berkata kepadanya, "Maukah engkau pergi bersamaku untuk membidani seorang perempuan fakir?"

" Ya," jawab Ummu Muhammad.

Setelah masuk rumah, Ummu Muhammad melihat seorang wanita jelita, yang hampir tidak berpakaian saking miskinnya.

" Siapa perempuan ini ?" tanya Ummu Muhammad. " Dia anakku. Ketika hamil muda, suaminya berangkat perang. Lalu orang mengatakan suaminya telah gugur dan ada orang lain mengatakan suaminya masih hidup. Sejak itu kami hidup fakir seperti yang kau lihat ini."

Selang beberapa saat perempuan jelita tadi melahirkan seorang anak yang sempurna, kemudian Ummu Muhammad melepaskan gamisnya dan memotong separuh untuk membungkus bayi yang masih merah. Setelah beres dan memberikan keperluan lainnya, ia pamit pulang.

Selama sebulan penuh setiap hari Ummu Muhammad menengok perempuan tadi. Beberapa hari selepas sebulan, Ibu perempuan itu menemuinya dengan wajah berseri. " Apa yang terjadi padamu ?" tanya Ummu Muhammad.

" Pergilah bersamaku agar engkau senang menyaksikannya sendiri."

Kemudian Ummu Muhammad memasuki rumah dan melihat banyak harta. Tampak seorang pemuda duduk disamping wanita yang telah melahirkan. Maka bertanyalah ia, " Siapakah pemuda itu ?"
" Dia adalah suami putriku, ia pulang membawa banyak harta."

Pemuda itu lalu menyambut Ummu Muhammad dan mencium kepalanya dengan takzimnya. Lalu ia menyerahkan sekantong berisi seratus dinar. Ummu Muhammad seketika itu gemetar. " Aku berlindung kepada Allah dari menjual akhiratku dengan dinar ini," gumamnya. Dinar itu ia tolak dengan halus dan ia buru-buru pamit. Sejak itu Ummu Muhammad tidak pernah datang lagi.

Pelajaran apa saja yang bisa manfaatkan atas kisah tersebut ?.

Niat Ummu Muhammad berkhidmat untuk persalinan orang-orang yang tidak mampu, sehingga setiap perbuatannya selalu ikhlas dan tidak pernah berharap ada hadiah apalagi upah. Ketika wanita yang melahirkan sudah menjadi mampu karena suaminya kembali dengan membawa harta, maka Ummu Muhammad tidak datang lagi karena wanita itu sudah tidak termasuk orang-orang yang fakir.

Manusia memang diciptakan dengan berbagai macam watak dan karakter. Berdasarkan tingkat kesadarannya, aktivitas yang dilakukan tentu juga akan berbeda-beda. Seseorang dengan kesadaran bahwa kehidupan di dunia hanya sementara, akan bisa menyeimbangkan kebutuhan duniawi dengan akhiratnya. Sementara seseorang dengan tingkat kesadaran tidak berimbang, akan lebih condong memprioritaskan salah satu dari keduanya. Ada yang mencintai dunia lebih kuat daripada akhirat dan sebaliknya.

Hadiah tidak dilarang, justru saling memberi merupakan bagian dari orang yang berakhlak mulia. Membantu dengan berharap akan diberi hadiah, maka pahalanya ada pada hadiah. Islam menganjurkan keseimbangan dalam menyikapi kehidupan dunia dan akhirat. Tidak berlebihan pada dunia, sebaliknya juga tidak berlebihan pada akhirat. Dalam surat al-Qashash ayat 77 Allah Swt. berfirman, "Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa akhirat memang telah disediakan sebagai tempat kembali, namun sebelumnya manusia juga ditakdirkan hidup di dunia. Dengan begitu, sebagaimana akhirat harus dipersiapkan, dunia juga harus dijadikan tempat mempersiapkan ( bekal ) hidup di akhirat kelak.

Sejatinya Allah Swt. menciptakan manusia untuk beribadah pada-Nya dan menciptakan dunia sebagai tempat manusia untuk mendapatkan bekalnya. Adanya godaan sehingga melihat dunia menjadi terpesona, hal ini sering menjadikan sandungan bagi kehidupan manusia. Kaum beriman akan selalu mengingat Allah Swt. dan setiap langkahnya diniatkan hanya untuk memenuhi hak-hak-Nya. Bagi orang-orang beriman ketersandungan karena mencintai dunia akan terhindar, sebaliknya bagi orang-orang yang menganggap dunia tujuannya akan tergelincir dan menemui kehinaan. Oleh sebab itu dunia sampai ditangan saja, jangan merasuk kedalam hati. Maka dunia jadikanlah wasilah untuk menuju akhirat.

Kita simak hadits yang diriwayatkan Tirmizi, " Tidaklah ayah dan ibu meninggalkan warisan yang lebih baik daripada budi pekerti yang luhur."
Apa saja yang termasuk dalam budi pekerti yang luhur :
1. Tidak berkata hal-hal yang tidak perlu. Sampaikan yang perlu saja, tahu saatnya bicara dan tahu saatnya diam.
2. Tidak mempermalukan seseorang atas kesalahan yang diperbuatnya. Sampaikan kesalahan tersebut dengan santun agar tidak menyinggung perasaan.
3. Memberi perhatian besar pada kebiasaan saling memberi hadiah.
4. Senantiasa menyenangkan orang-orang yang membutuhkan.
5. Senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat. Hal ini penting untuk bisa mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat. Khusus bagi seorang pemimpin langkah ini menjadi prioritas, agar bisa mengetahui dengan tepat kebutuhan warganya.

Seorang yang beriman dan berbudi pekerti luhur, maka ia akan dapat menyeimbangkan kehidupan dunia sebagai bekal akhirat. Jika seorang pemimpin berbudi pekerti luhur, maka ia akan bijaksana, adil tidak mementingkan golongan tertentu, melayani dan mengayomi. Semoga negeri tercinta ini akan dipimpin orang-orang yang berbudi pekerti luhur.

Aunur Rofiq

Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP 2020-2025

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia)

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih - Redaksi)

Simak juga 'Panen Berlimpah Melon Inthanon di Ponpes Solo':

[Gambas:Video 20detik]



(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT