300 Pelanggar Terkena Operasi Patuh di Tangerang, Pemotor Merajai

ADVERTISEMENT

300 Pelanggar Terkena Operasi Patuh di Tangerang, Pemotor Merajai

Khairul Ma - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 23:33 WIB
Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2021. Sejumlah pengendara yang melanggara aturan di Bundaran HI, Jakarta, ditilang.
Ilustrasi penindakan pada Operasi Patuh Jaya (Rengga Sencaya/detikcom)
Tangerang -

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota menjaring 300 pelanggar selama 2 hari Operasi Patuh Jaya. Dari 300 pelanggaran itu, terbanyak adalah pemotor.

"Pelanggar kebanyakan roda dua, pelanggarannya paling banyak enggak pakai helm dan lawan arus," kata Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Joko Sembodo kepada wartawan, Rabu (15/6/2022).

Sedangkan kendaraan roda empat, jenis pelanggaran yang mendominasi adalah berkendara sambil memegang ponsel.

"Pelat nomor tidak diperuntukkan sama berkendara pakai ponsel. Ops Patuh titiknya emang mobile, pergerakannya mobile," tambahnya.

Joko mengungkapkan bahwa dalam operasi kali ini ada yang sedikit berbeda dari operasi biasanya. Para pelanggar hanya diberikan teguran saja tidak ada sanksi tilang.

"Belum tilang, blanko peneguran, enggak ada tilang sama sekali," ucapnya.

Ia menyebutkan operasi ini dilakukan pihaknya pada titik-titik rawan lawan arus dan rawan macet saat jam kerja. Menurutnya, dalam operasi kali ini juga dibarengi dengan operasi simpatik termasuk preemtif dan preventif pada masyarakat.

"Kemarin di Jl TMP Taruna untuk hari ini di dekat Modernland. agar mereka terpacu kesadaran berlalu lintas jika nyawa itu berharga karena ada keluarga nunggu di rumah," tuturnya.

Bagi-bagi Helm Gratis

Untuk menumbuhkan hal tersebut Satlantas Polres Metro Tangerang Kota memberikan helm secara gratis kepada para pengendara roda dua. Selain itu, dalam operasi kali ini juga masih diberikan masker secara gratis.

"Makanya kita memberikan helm secara selektif kepada masyarakat yang tidak pakai helm, kita siapkan tiap hari 10-20 helm. Kita masih pandemi, belum endemi dan kasus Covid sudah naik lagi. Jadi tetap kesadaran perkara kita ingatkan terus," ungkapnya.

Joko membeberkan pengendara roda dua yang tidak memakai helm ini memiliki banyak alasan. Menurutnya, selain yang tidak memakai helm, kendaraan yang berknalpot bising dan menggunakan rotator juga akan ditegur oleh pihaknya.

"Masih banyak, alasannya enggak jauh, saya buru-buru, cuma dekat kok pak. Knalpot bising, rotator tidak sesuai, diperuntukkan balap liar melawan arus tidak menggunakan helm SNI menggunakan HP saat berkendara tidak menggunakan seat belt, TNKB tidak sesuai ketentuan," jelasnya.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT