ADVERTISEMENT

Antisipasi Penyebaran PMK, Puan Cek Vaksinasi Sapi di Pasuruan Jatim

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 21:20 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani mengecek langsung vaksinasi di sentra produksi susu sapi di Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan, Pasuruan, Jawa Timur
Ketua DPR RI Puan Maharani mengecek langsung vaksinasi di sentra produksi susu sapi di Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan, Pasuruan, Jawa Timur (Rolando/detikcom)
Pasuruan -

Ketua DPR RI Puan Maharani mengecek langsung vaksinasi di sentra produksi susu sapi di Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan, Pasuruan, Jawa Timur. Vaksinasi dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kedatangan Puan diterima oleh Ketua KPSP Setia Kawan Sulis, Rabu (15/6/2022). Turut hadir pula Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Wakil Bupati Mudjib Imron, Kapolres AKBP Erick Frendriz, Dandim Letkol Nyarman, Kajari Ramdhanu, dan Ketua DPRD Sudiono. Puan menyaksikan langsung proses vaksinasi kepada sapi yang masih sehat di kandang steril.

"Saya ingin melihat langsung dampak dari PMK. Apalagi Pasuruan merupakan penghasil susu sapi terbesar di Jawa Timur, jadi kita harus lakukan antisipasi," kata Puan.

Pelaksanaan vaksinasi sapi di KPSP Setia Kawan ini merupakan yang pertama dilakukan di Jawa Timur sejak merebaknya PMK. Ada 1.000 dosis yang disiapkan pemerintah untuk program vaksinasi tersebut.

Puan pun mendapat laporan sudah ada 2.573 ekor dari 23 ribu lebih sapi di KPSP Setia Kawan yang terkena PMK, dengan 23 di antaranya mati dan 872 ekor sudah dinyatakan sembuh.

"Teruskan langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk mengatasi PMK, termasuk penyemprotan disinfektan, pemberian vitamin dan obat, juga vaksinasi. Kita juga harus semakin menggencarkan edukasi kepada masyarakat dalam mengatasi penyakit hewan ternak ini," papar Puan.

KPSP Setia Kawan menyebut PMK telah menyebabkan adanya penurunan produksi susu sebesar 15 ton dalam sehari. Merebaknya PMK juga telah membuat pasar sapi di dekat KPSP Setia Kawan ditutup untuk menghindari penularan.

Karena itu, 10 ribu lebih peternak yang tergabung dalam KPSP Setia Kawan berharap adanya percepatan vaksinasi untuk seluruh sapi.

"Saya sudah koordinasi dengan Kementerian Pertanian sehingga sekarang bisa membawa vaksin dan obat-obatan. Ketersediaan vaksin untuk hewan ternak memang masih terbatas tapi kita sudah dorong untuk dilakukannya percepatan," ungkap Puan.

Mantan Menko PMK itu menambahkan bahwa pemerintah harus melakukan optimalisasi pemberian vitamin untuk sapi sambil menunggu kelanjutan vaksinasi. Apalagi, kata Puan, umat Islam sebentar lagi akan merayakan Idul Adha yang identik dengan penyembelihan hewan sapi dan kambing untuk berkurban.

"Jelang Idul Adha, harus diupayakan agar penyebaran PMK ini dapat dihentikan. Perlu dijaga betul, jangan sampai hewan ternak untuk kurban terkena PMK. Harus ada kontrol dari Kementerian dan dinas terkait," tegasnya.

Selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT