ADVERTISEMENT

Politik Jawa Jokowi, 'Ojo Dumeh' Berbuah Reshuffle

Edward F. Kusuma - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 16:01 WIB
Jakarta -

Di tengah hangat situasi politik jelang 2024, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk reshuffle kabinet. Hal ini dibuktikan dengan datangnya tokoh hingga elite partai politik yang merapat ke istana.

Sebetulnya, bukan hanya sekali Presiden Jokowi mengambil keputusan reshuffle kabinet dalam periode kepimpinannya. Meski tak bicara banyak, pernyataan Jokowi, 'Ojo Dumeh, Ojo Kesusu' beberapa pekan kebelakang menimbulkan beragam spekulasi, terlebih di tengah potret sejumlah Menteri yang lantang menyatakan diri maju konstlelasi Pilpres 2024

Selama kepimpinannya istilah Jawa tak hanya sekali keluar dari mulut Jokowi. Dalam satu kesempatan wawancara eksklusif bertajuk 'Merajut Kembali Persatuan Bangsa' di Istana Negara Presiden Jokowi pernah membeberkan filosofi Jawa sebagai pegangan hidupnya.

"Lamun sira sekti ojo mateni -- meskipun kamu sakti jangan suka menjatuhkan." Kedua, "Lamun sira banter aja ndhisiki -- meskipun kamu cepat jangan suka mendahului." Dan ketiga, "Lamun sira pinter aja minteri -- meskipun kamu pintar jangan sok pintar." ujar Jokowi

Presiden Jokowi merupakan sosok yang lahir dan besar dalam tradisi Jawa. Maka referensi kasunyatan-nya pun adalah falsafah Jawa. Sebetulnya, petuah-petuah setamsil itu adalah hal biasa.

Namun di tengah banyaknya istilah Ojo Kesusu, Ojo Dumeh, dan sebagainya, muncul pula ketegangan antara Jokowi - Mega serta isu 3 periode kepemimpinan presiden di Indonesia. Bagaimana membaca ini? Politik Jawa Ala Jokowi menjadi luar biasa karena diciptakan orang yang memiliki pengaruh baik sosial maupu spiritual.

Malam ini Adu Perspektif kolaborasi detikcom dan total politik mengangkat topik Politik "Jawa Jokowi, 'Ojo Dumeh' Berbuah Reshufle" bersama narasumber Rocky Gerung Peneliti P2D, Eko Sulistyo Deputi Komunikasi Politik KSP 2014 - 2019, Arief Poyuono Politikus dan Faldo Maldini Staf Khusus Mensesneg. Acara disiarkan secara langsung dari rooftop lantai 9 detikcom, Rabu 15 Juni 2022, pukul 20.00 WIB.

(edo/ids)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT