Selama 6 Jam, Merapi Muntahkan Awan Panas 12 Kali

Selama 6 Jam, Merapi Muntahkan Awan Panas 12 Kali

- detikNews
Jumat, 09 Jun 2006 12:25 WIB
Yogyakarta - Selama pukul 00.00-06.00 WIB, Jumat (9/6/2006), Gunung Merapi memuntahkan 12 kali awan panas. Jumlah ini menurun jika dibandingkan pada jam yang sama pada Kamis kemarin yang 17 kali muntahan awan panas.Menurut pantauan detikcom di wilayah Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Klaten, hingga pukul 09.30 WIB guguran material gunung masih terdengar bergemuruh dari puncak masuk ke hulu Kali Gendol. Hanya saja secara visual, gunung tidak dapat terlihat secara sempurna. Pengamatan hanya sampai di sekitar Bukit Kendhil yang terbakar akibat luncuran awan panas pukul 08.58 WIB Kamis kemarin. Namun sekitar pukul 09.30 sempat terjadi lagi awan panas yang masuk ke arah selatan.Menurut Kepala Balai Seksi Gunung Merapi, Subandriyo, berdasarkan data seismograf guguran lava pijar yang tercatat sebanyak 85 kali, gempa fase banyak mencapai 37 kali dan gempa tektonik 2 kali. Berdasarkan pengamatan dari Pos Kaliurang tercatat awan panas masuk ke hulu Kali Gendol sebanyak 4 kali. Sedangkan yang masuk ke hulu sungai lainnya tidak teramati."Guguran lava pijar yang masuk ke hulu Kali Krasakan sebanyak 2 kali dan 1 kali ke hulu Kali Gendol," katanya. Dia menambahkan kronologi munculnya awan panas pada hari Kamis kemarin dimulai pada pukul 03.51 WIB sebanyak 5 kali ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur 3,5 km, 1 kali ke arah Kali Boyong 4,5 km dan 13 kali ke arah hulu Kali Gendol 3 km. Setelah itu terjadi awan panas beruntun yang diselingi guguran lava pijar. Guguran lava pijar teramati 11 kali menuju hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2 km. dan 22 kali ke arah hulu Kali Gendol sejauh 1 km.Menurut dia, awan panas yang terjadi pukul 08.58 WIB ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 4,5 Km itu juga dapat dikatakan awan panas besar dibandingkan sebelumnya. Awan panas lainnya yang terjadi setelah itu pada pukul 12.37 WIB masuk ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 4 km. "Saat ini awan panas yang meluncur ke arah selatan semakin besar setelah runtuhnya gegerboyo," katanya. (nrl/)


Berita Terkait