ADVERTISEMENT

Lagi-lagi Produk Impor Buat Jengkel Jokowi hingga Bilang 'Bodoh Sekali'

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 05:33 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali jengkel lantaran APBN-APBD masih digunakan untuk membeli produk luar negeri. Sampai-sampai Jokowi menyebut hal itu merupakan langkah bodoh.

Kejengkelan Jokowi itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (14/6). Jokowi menyinggung barang impor yang dibeli merupakan uang yag berasal dari rakyat.

"Jangan sampai kita ini memiliki APBN Rp 2.714 triliun, memiliki APBD Rp 1.197 triliun, belinya produk impor seperti tadi yang disampaikan Pak Kepala BPKP, bukan produk dalam negeri. Ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak, baik PPN, PPH badan, PPH perorangan, PPH karyawan, dari pihak ekspor, dari PNPB, dikumpulkan dengan cara yang tidak mudah, kemudian belanjanya belanja produk impor. Bodoh sekali kita," kata Jokowi.

Jokowi merasa harus ngomong blak-blakan mengenai kondisi ini. Jokowi mengatakan APBN-APBD harus mampu berdampak positif terhadap peningkatan lapangan kerja warga Indonesia.

"Maaf, kita ini pintar-pintar, tapi kalau caranya seperti itu, bodoh sekali kita. Saya harus ngomong apa adanya. Ini APBN loh, ini uang APBD loh, belinya produk impor. Nilai tambahnya yang dapat negara lain, lapangan kerja yang dapat orang lain, apa nggak bodoh kita ini," ujar Jokowi.

Pipa Impor dari Luar Negeri

Jokowi kemudian menceritakan saat memerintahkan BUMN membeli pipa lima tahun lalu. Jokowi heran, pipa saja harus dibeli dari luar negeri.

"Lima tahun yang lalu saya jengkel betul, saya sudah merintah pada BUMN untuk beli pipa. 'Nggak ada, Pak, spek dalam negeri Pak, speknya ini Pak, nomornya ini Pak, ukurannya ini. Terpaksa kita harus impor'. Apa sesulit ini mau membuat pipa?" kata Jokowi.

Jokowi lantas ke pabrik pipa dan menemukan semua jenis spek pipa. Pabrik itu justru mengekspor pipa ke negara lain.

"Saya ke pabrik pipa, 'Semuanya ada Pak, Bapak mau cari apa ada, ukuran apa ada, kualitas apa ada. Ini kita ekspor semuanya Pak, ke Jepang, ke Amerika, ke Eropa. Lho, lho, lho, yang orang sana beli produk pipa kita malah kita beli impor. Sekali lagi, kita ini orang pinter-pinter, tapi melakukan hal yang sangat bodoh sekali. Maaf," ujarnya.

Jokowi meminta hal itu dikawal secara serius. Jokowi ingin pembelian produk-produk dalam negeri meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Ini yang harus dikawal, ini yang harus diawasi. Dan saya minta betul-betul berhasil. Sehingga bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi, growth kita menjadi tambah, lapangan kerja menjadi makin banyak karena kita beli produk-produk produksi dalam negeri," ujarnya.

"Kalau ada pabrik kecil yang biasanya yang melayani kapasitas 1.000 karena ada pesanan dari pemda, pesanan dari pemerintah pusat 10.000 ya mau nggak mau mereka akan ekspansi, memperluas pabriknya, memperluas industrinya, artinya pasti juga tambah tenaga kerja, pasti dia akan investasi, nggak usah cari investor-investor dari luar kalau ini berkembang. Artinya APBN APBD itu bisa men-trigger investasi, bisa membuka lapangan pekerjaan ya caranya seperti ini," lanjut Jokowi.

Baca Jokowi sudah dua kali jengkel di halaman selanjutnya



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT