ADVERTISEMENT

Basarnas Jakarta Gelar Pelatihan AEE, Bahas Pesawat Jatuh di Laut

Khairul Ma'arif - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 23:23 WIB
Gambar Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman
Gambar Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman (Khairul Ma'arif/detikcom)
Jakarta -

Kantor SAR Jakarta atau Basarnas Jakarta akan melakukan pelatihan penanggulangan keadaan darurat (PKD) atau Airport Emergency Exercise (AEE). Sebagai bagian dari latihan, Basarnas mengadakan rapat koordinasi (rakor) yang membahas kecelakaan pesawat yang jatuh di laut.

Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman, rakor hari ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan, terutama di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Pelatihan ini diharapkan dapat meminimalkan dampak korban kecelakaan penerbangan.

"Kegiatan yang akan dilakukan pada September pelatihan AEE jadi ini urutannya kita awali dengan Rakor SAR. Kebetulan kegiatan hari ini mengenai kecelakaan pesawat yang landing di air. Di sini saya selaku dari Basarnas melihat bahwa 2 kejadian besar di Angkasa Pura di Bandara Soetta ini adalah kejadian out airport," kata Hendra kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).

Menurutnya, tujuannya adalah menyiapkan agar Basarnas dan stakeholder yang ada di Bandara Soetta ketika hal yang terburuk terjadi. Ia menyebut dalam rakor ini juga terdapat lembaga BMKG selaku lembaga yang resmi untuk prakiraan cuaca.

"Hal itu sudah kita lalui sehingga saran atau cuaca itu sudah jadi bagian daripada pemikiran untuk langkah keselamatan," tambahnya.

Hendra mengungkapkan, kejadian atau peristiwa besar kecelakaan penerbangan di Bandara Soetta adalah pesawat yang jatuh di air. Contohnya ialah kejadian pesawat Lion Air di Tanjung Karawang dan pesawat Sriwijaya di Kepulauan Lancang Kepulauan Seribu.

"Jadi berdasarkan itu saya berkoordinasi dengan penyelenggara keselamatan di Bandara Soetta selalu latihannya selalu on airport. Belum pernah seberang. Kan dalam aturannya pesawat bisa saja landing di air dan itu bagian daripada pekerjaan kita yang belum pernah dan mudah-mudahan tidak digunakan karena ini hanya kemungkinan. Makanya kita buat exercise-nya menyiapkan seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan bandara ini," tuturnya.

Alat Canggih untuk Mencari Pesawat Jatuh di Laut

Basarnas Jakarta menuturkan bahwa mereka memiliki peralatan pencarian yang canggih. Kantor SAR Jakarta sudah memiliki underwater searching device (USD). Alat itu bisa mendeteksi adanya anomali di dalam air sehingga pencarian difokuskan pada titik yang ditemukan tersebut.

Selain itu, Hendra menambahkan, pihaknya punya alat Aquaeye yang merupakan buatan Kanada. Alat ini akan memonitor dan melihat titik yang telah dibaca oleh USD. Setelah dipastikan, barulah penyelam masuk ke dalam air.

"Jadi si penyelam ini enggak sasar-susur cari ke sana kemari seperti yang sudah-sudah. Jadi yang dilakukan Kantor SAR Jakarta ketika pencarian orang tenggelam dilaksanakan dan menghemat waktu pencarian. Tentunya ketika sudah waktu lebih efisien budget negara juga semakin kecil sehingga beban moril keluarganya ini juga semakin dipermudah," bebernya.

Lanjut Hendra, SAR Jakarta juga memiliki alat DMD untuk pencarian di laut dalam.

"Tapi DMD pergerakannya si penyelam sudah langsung terjun ke bawah sudah terpantau secara keseluruhan dan bisa komunikasi dengan di atas. Jadi yang di atas ke kanan, ke kiri. Jadi alat SAR sesuai arahannya Pak Presiden bahwa Basarnas peralatannya harus canggih," jelasnya.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT