ADVERTISEMENT

Roy Suryo Hapus Postingan Stupa Borobudur Mirip Jokowi, Ini Alasannya

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 19:32 WIB
Eks Menpora Roy Suryo diperiksa sebagai saksi pelapor atas dugaan pencemaran nama baik. Roy Suryo turut memamerkan bukti cuitan Ferdinand Hutahaean.
Roy Suryo (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menghapus postingan stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi). Roy Suryo tidak ingin ada pihak yang memprovokasi unggahannya di Twitter itu.

"Agar tidak ada yang memprovokasi lagi & dianggap 'mengedit' karena ketidakfahamannya, maka postingan tersebut saya drop, case close," tulis Roy Suryo di Twitternya, Selasa (14/6/2022). Ejaan pada cuitan ini telah disesuaikan.

Roy Suryo mengatakan foto Stupa Borobudur mirip Jokowi itu sebelumnya telah diunggah oleh pengguna Twitter lainnya. Roy Suryo juga menyertakan link unggahan itu.

"Jelas-jelas sudah ada 2 akun ASLI pengunggah sebelumnya," kata dia.

Unggahan Stupa Borobudur Mirip Jokowi

Unggahan di akun Twitter Roy Suryo itu diketahui bertanggal Jumat (10/6) lalu. Dalam unggahan itu, Roy Suryo menyinggung soal kenaikan harga tiket naik ke candi Borobudur jadi Rp 750 ribu.

"Mumpung akhir pekan, ringan2 saja Twit-nya. Sejalan dgn Protes Rencana Kenaikan Harga Tiket naik ke Candi Borobudur (dari 50rb) ke 750rb yg (sdh sewarasnya) DITUNDA itu, Banyak Kreativitas Netizen mengubah Salahsatu Stupa terbuka yg Ikonik di Borobudur itu, LUCU, he-3x 🤣 AMBYAR," cuit Roy Suryo.

Polisi Diminta Usut Pembuat Foto

Anggota DPR RI Fraksi PKB, Daniel Johan, yang juga merupakan umat Buddha, menyoroti viralnya foto stupa Candi Borobudur itu. Daniel geram dan menilai hal itu menghina simbol agama.

"Harus ditindak dan proses hukum karena telah menghina simbol agama yaitu Rupang Buddha, entah itu editan dari siapa," ujar Daniel kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).

Daniel mendorong tim siber Polri melacak pembuat foto editan stupa itu. Daniel menekankan Rupang Buddha sakral dan disucikan umat Buddha.

"Tinggal tim siber Polri harus memastikan dan melacak pelaku pengedit. Tentu sangat tidak etis mempublikasi hal tersebut karena Rupang Buddha adalah sakral dan disucikan umat," kata Wasekjen PKB itu.

"Kita meminta Polri untuk tegas mengusut tuntas," imbuhnya.

Simak juga Video: Batuan Mirip Stupa Candi Buddha Ditemukan di Perbukitan Prambanan

[Gambas:Video 20detik]



(lir/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT