Perempuan Bahrain Terpilih Jadi Presiden Majelis Umum PBB
Jumat, 09 Jun 2006 10:38 WIB
New York -
Seorang perempuan asal Bahrain terpilih menjadi Presiden Majelis Umum PBB. Sheikha Haya Rashed Al Khalifa merupakan perempuan pertama dari Timur Tengah yang memegang jabatan penting tersebut.Sheikha Haya tadinya menjabat sebagai penasihat hukum di Pengadilan Kerajaan Bahrain. Kini, perempuan itu dipercaya untuk menjadi salah satu pemimpin badan dunia PBB.Tugas paling penting Sheikha Haya nantinya akan melibatkan keputusan untuk menggantikan Sekjen PBB Kofi Annan, yang telah menjabat selama dua periode. Masa jabatan Annan akan berakhir pada Desember mendatang.Dalam pidatonya di depan forum Majelis Umum PBB, Sheikha Haya mengatakan, reformasi PBB adalah vital. Dia mengimbau para pemimpin dunia untuk menyetujui "strategi dan praktek komprehensif" dalam memerangi terorisme. Sheikha Haya juga berjanji untuk memberantas ketidakadilan terhadap kaum wanita di seluruh dunia. Demikian disampaikannya dalam pidato di markas besar PBB di New York, AS seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (9/6/2006)."Penderitaan mereka mendorong saya untuk bekerja dengan Anda semua guna menemukan solusi tepat untuk mengangkat penderitaan mereka dan mempertahankan prinsip-prinsip piagam PBB, yang menekankan penghormatan pada hak asasi manusia," tegas Sheikha Haya. Dengan menduduki posisi ini, Sheikha Haya yang merupakan anggota keluarga kerajaan Bahrain, menggantikan Jan Eliasson dari Swedia. Sheikha Haya pernah menjabat sebagai Duta Besar Bahrain untuk Prancis pada tahun 2000-2004. Dia merupakan satu dari dua wanita pertama yang menjadi pengacara di Bahrain. Majelis Umum PBB terdiri dari semua negara anggota PBB yang jumlahnya mencapai 191 negara.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































