ADVERTISEMENT

Pengendara di Jembatan yang Diviralkan Hoax 'Becakayu Ambruk' Harus Nunduk

Dwi Rahmawati - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 18:18 WIB
Kondisi lalin di Jembatan Antilope, Bekasi, imbas pemasangan girder box kereta cepat.
Kondisi lalin di Jembatan Antilope, Bekasi, imbas pemasangan girder box kereta cepat. (Dwi Rahmawati/detikcom)
Bekasi -

Pemasangan girder box kereta cepat Jakarta-Bandung membuat Jembatan Antilope di Jati Cempaka, Pondok Gede, Bekasi, tidak bisa dilintasi kendaraan besar. Ketinggian antara beton girder box dan aspal jembatan hanya berjarak 1,7 meter.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (14/6/2022) pukul 17.25 WIB, lalu lintas di Jembatan Antilope ramai dilalui kendaraan roda dua. Namun hanya seperti motor dan mobil kecil yang bisa melintas di lokasi.

Rata-rata pengendara motor menundukkan kepalanya saat melintas di bawah box girder yang melintang di atas Jembatan Antilope. Portal dengan rambu batas ketinggian maksimum 1,7 meter terpasang di lokasi.

Di depan portal dari arah Kalimalang terlihat petugas yang tengah berjaga. Mereka mengawasi kendaraan apa saja yang bisa lewat maupun tidak.

Kondisi lalin di Jembatan Antilope, Bekasi, imbas pemasangan girder box kereta cepat.Pengendara motor menundukkan kepala saat melintas di bawah kolong girder box di Jembatan Antilope. (Dwi Rahmawati/detikcom)

Kondisi lalin lintas di lokasi tersendat lantaran kendaraan roda 4 yang masuk ke jembatan dengan hati-hati. Bahkan pengendara mobil jenis Xenia terlihat ragu-ragu saat akan melintas di Jembatan Antilope.

"Bisa, Pak, bisa, terus... terus... terus...," kata warga meyakinkan pengemudi Xenia bisa lewat di lokasi.

Sementara itu, mobil boks dari arah Jatibening harus memutar balik karena ketinggiannya tak mencukupi standar. Warga di sekitar juga terlihat memadati lokasi hanya untuk melihat-lihat.

CEO PT Asri Karya Lestari, Sudjatmiko, yang merupakan kontraktor pembuatan duplikat jembatan, terlihat meninjau lokasi. Ia memastikan petugas akan memantau lokasi 24 jam dengan dibagi per 3 shift.

"Sebelum jembatan dikasih rambu, dari jauh ada pembatasan kendaraan dari tingginya. Nah, memang karakter kita itu kalau kita ada portal, walaupun kita di dalam mobil kita tetap nunduk. Pada malam hari pun kita kasih penerangan di portal. Harus kita jaga sekuriti dan petugasnya 3 shift 24 jam tidak pernah berhenti," ungkap Sudjatmiko saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan jika jembatan pengganti yang berbentuk leter U bisa beroperasi awal Agustus. Sudjatmiko menyebut proses pengerjaan sudah mencapai 70 persen.

"Jadi untuk jembatan duplikat Antilope sudah 70 persen. Dijadwalkan awal Agustus sudah bisa dipakai oleh masyarakat," pungkasnya.

(mea/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT