ADVERTISEMENT

Prabowo Kutip Mandela Saat Ditanya soal Konflik Laut China Selatan

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 16:43 WIB
Momen Menhan Prabowo semeja dengan PM Singapura dan PM Jepang di IISS Shangri-La Dialogue 2022, seperti dalam keterangan tertulis, Minggu (12/6/2022).
Momen Menhan Prabowo semeja dengan PM Singapura dan PM Jepang di IISS Shangri-La Dialogue 2022. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Director-General and Chief Executive of the International Institute for Strategic Studies (IISS), John Chipman menyinggung soal konflik China dan Indonesia. Hal itu disampaikan dia saat menjadi moderator dalam Forum IISS Shangri-La Dialogue 2022 kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Untuk Bapak Prabowo, ini menyinggung tentang Laut China Selatan dan Kepulauan Natuna yang terkadang membawa konflik antara China dan Indonesia. Kemudian apakah AUKUS dan Quad sesuai dengan Asian Way dari pertahanan diplomasi?" tanya Chipman, seperti dilihat detikcom di situs IISS, Selasa (14/6/2022).

Prabowo menjelaskan, sebelum merdeka, Indonesia sudah memutuskan sikap terkait persekutuan militer. Prabowo menyebut Indonesia menghormati semua kekuatan-kekuatan besar dan negara-negara di sekitarnya.

"Dimulai jauh-jauh hari, sebelum kita menjadi negara yang berdaulat secara resmi, kami memilih secara sadar untuk bebas dan tidak terikat dengan persekutuan militer. Ini karena sikap atau pandangan kami di mana kami menganggap diri kami menghormati semua kekuatan-kekuatan besar dan negara-negara tetangga kami. Itu adalah sumber yang sangat mendasar akan pengakuan ini," ungkap Prabowo.

Prabowo lalu mengutip jawaban tokoh dunia, Nelson Mandela, terkait politik dunia. "Dan saya juga ingin mengatakan jawaban yang terkenal dari salah satu pemimpin terbaik dunia yang menjadi korban dari ketidakadilan, Nelson Mandela, ketika dia ditanya, saat meeting di New York, apakah dia menganggap Fidel Castro, Mohammad Kadafi menjadi ikon atau menjadi contoh yang baik. Jawabannya adalah musuhmu tidak perlu menjadi musuhku juga," sambung Prabowo menirukan jawaban Nelson Mandela.

Prabowo tak langsung mengarahkan jawaban pada hubungan Indonesia dengan China. Dia menjelaskan terlebih dulu soal hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat dan negara lainnnya.

"Kemudian posisi kita memiliki hubungan yang baik, kita didukung oleh Amerika saat kemerdekaan kita. Amerika membantu kita di banyak hal. Kita juga dibantu oleh Australia pada saat perjuangan menuju kemerdekaan," tutur Prabowo.

"Kita ingat persatuan buruh-buruh Australia menginginkan kemerdekaan untuk negara kita. Kita ingat pekerja-pekerja Australia menolak untuk menangani Kargo Belanda. Dan kita juga ingat saat Russia membantu Indonesia, pada saat itu Uni Soviet," imbuh Prabowo.

Prabowo lalu menyampaikan China adalah negara sahabat Indonesia, meski memiliki perbedaan. Kendati demikian, lanjut Prabowo, suatu negara harus memutuskan sendiri sikap dan prioritasnya.

"Dan China selalu menjadi rekan yang sangat baik dengan Indonesia. Kita memiliki perbedaan, tetapi saat ini Asian Way adalah setiap negara memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan persoalannya. Tetapi setiap negara harus menjaga hubungan dengan negara-negara tetangga dan semua kekuatan-kekuatan besar dunia," jelas Prabowo.

"Jadi, kalau saya ditanya tentang hal tersebut, maka jawaban saya, setiap negara harus bisa memutuskan dirinya sendiri apa prioritas mereka, keamanan apa yang dibutuhkan," lanjut dia.

Lihat juga video 'China Siap Perang Jika Ada yang Berani Pisahkan Taiwan':

[Gambas:Video 20detik]

(aud/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT