ADVERTISEMENT

Kemenkumham Terima Serangan Siber 385.980 Kali, Terbanyak dari AS

Rhazes Putra - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 15:35 WIB
Logo Kemenkumham
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mendapat serangan siber sebanyak 385.980 kali dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkumham Komjen Pol. Andap Budi Revianto

"Dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, Kemenkumham mendapat serangan siber sebanyak 385.980 kali. Atau rata-rata 2.150 serangan per hari," ujarnya usai peluncuran aplikasi KUMHAM-CSIRT seperti dalam keterangan tertulis, Selasa (14/6/2022).

Andap mengatakan untuk menghadapi berbagai serangan siber ini Kemenkumham meluncurkan aplikasi tim tanggap insiden siber atau Computer Security Incident Response Team (KUMHAM-CSIRT).

Andap menyebut tujuan pembentukan CSIRT ini untuk mencegah terjadinya serangan siber yang dilakukan banyak pihak dengan motif beragam, mulai dari sekedar coba-coba hingga motif ekonomi, politik, dan ideologi. Serangan dilakukan dari dalam mau pun luar negeri.

"Kita harus siap dan tanggap menghadapi intoleransi, radikalisme, ancaman terorisme, serta menghadapi ancaman kejahatan lainnya seperti ekonomi, politik, ideologi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri dalam bentuk siber," tuturnya.

Ia berharap adanya CSIRT ini bisa menangkal segala serangan siber yang ditujukan terhadap Kementerian di bawah komando Yasonna Laoly. Menurutnya, CSIRT ini dibentuk sebagai wujud perlindungan dan kedaulatan data dalam menghadapi serangan yang ada.

"Kedaulatan data harus diwujudkan, tidak boleh ada kompromi. Kebijakan tujuan utamanya adalah untuk melindungi kepentingan rakyat, serta melindungi kepentingan bangsa dan negara," jelas Andap.

Diketahui, setiap hari Kemenkumham mendapatkan ribuan serangan siber. Menurut data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenkumham, serangan siber paling banyak menyasar website Kemenkumham, aplikasi persuratan internal, dan aplikasi kepegawaian.

Khusus terhadap web kemenkumham sendiri, serangan di antaranya berupa Malicious Session sebanyak 71%, Server Side Code Injection (21%), Malicious Scan (6%). Serangan terbesar berasal dari Amerika Serikat, sebesar 71 persen.

"Alhamdulillah, terhadap serangan-serangan tersebut, kita berhasil menangkalnya," terang Andap.

Sekedar informasi, CSIRT merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. Beberapa fungsi dari CSIRT di antaranya adalah untuk memberikan layanan reaktif mulai dari koordinasi insiden, triase insiden, dan resolusi insiden. Kemenkumham dipilih sebagai satu dari 25 kementerian/lembaga yang dipercaya untuk membentuk CSIRT.

Lihat juga video 'Detik-detik Rusia Hancurkan Gudang Logistik Persenjataan AS dan Barat di Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT