ADVERTISEMENT

KPK Duga Lai Bui Min Tak Cuma 'Main' di Bekasi tapi Kabupaten Bogor Juga

M Hanafi - detikNews
Selasa, 14 Jun 2022 14:08 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memeriksa Direktur Kota Bintang Rayatri dan PT Hanaveri Sentosa Lai Bui Min. KPK menduga adanya aliran dana proyek milik terdakwa penyuap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi itu ke Bupati Bogor Ade Yasin.

"Lai Bui Min hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait proyek yang dikerjakan perusahaan saksi di Pemkab Bogor dan dikonfirmasi soal dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk memperoleh proyek dimaksud," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (14/6/2022).

Ali mengatakan pemeriksaan itu juga untuk mendalami perihal Ade Yasin yang memerintahkan satuan kerja perangkat daerah (SPKD) Pemkab Bogor mengumpulkan sejumlah uang untuk diberikan kepada Anthon Merdiansyah (ATM) selaku pegawai BPK Perwakilan Jabar. Uang tersebut disebut bertujuan agar ATM hanya memeriksa data-data tertentu saja sehingga tim pemeriksa tidak mendapati adanya temuan.

"Terkait dengan dugaan pengumpulan sejumlah uang oleh beberapa SKPD di Pemda Bogor sebagaimana arahan Tersangka AY, agar hasil pemeriksaan audit oleh Tersangka ATM dan kawan-kawan hanya menggunakan data-data tertentu saja sehingga nantinya hasil laporan audit yang dibuat tersangka ATM bersama Tim menjadi tidak ada temuan," ujar Ali.

Selain Lai Bui Min, KPK juga memeriksa sejumlah pihak lain, yaitu:

1. Wakil Direktur Administrasi RSUD Ciawi Yukie Meistisia Anandaputri;
2. Kasubbag Kepegawaian RSUD Ciawi Irman Gapur;
3. Kasubbag Keuangan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Bogor Iji Hataji;
4. Kabag Keuangan RSUD Cileungsi Kab. Bogor Wahyu;
5. Sekretaris DPKPP Kab. Bogor Irma Lestia;
6. Kasubbag Keuangan Sekwan DPRD Kab. Bogor Aep Saepurahman;
7. Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Kab. Bogor Desirwan Kuslan; dan
8. Kasubbag Di DPMPTSP Kab. Bogor Ruli alias Paul.

Ali mengatakan sejatinya tim penyidik juga memanggil Ani Bestari selaku Kasubbag Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor. Namun Ani disebutkan tidak menghadiri pemeriksaan dan akan dilakukan pemanggilan ulang.

Diketahui, KPK memeriksa seorang pengusaha bernama Lai Bui Min alias Anen berkaitan dengan perkara dugaan suap yang menjerat Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin. Usut punya usut ternyata Lai Bui Min sudah divonis lantaran terbukti memberikan suap ke Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi alias Pepen.

"Diperiksa untuk tersangka AY (Ade Yasin)," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (13//6/2022).

Ali membenarkan Lai Bui Min di perkara Pepen adalah orang yang sama yang diperiksa terkait Ade Yasin. Dalam jadwal pemeriksaan, nama Lai Bui Min tertulis sebagai wiraswasta.

Peran Lai Bui Min di Kasus Pepen

Terkait Lai Bui Min, di perkara suap Pepen selaku Wali Kota Bekasi, dia disebut sebagai Direktur Kota Bintang Rayatri dan PT Hanaveri Sentosa. Dia ikut terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (5/1). Dalam OTT itu, KPK mengamankan uang total Rp 5,7 miliar.

Singkatnya Lai Bui Min diadili di Pengadilan Tipikor Bandung. Dalam dakwaan Rahmat Effendi, Lai Bui Min disebutkan memberikan suap sebesar Rp 4,1 miliar sebagai fee lantaran Pemkot Bekasi membeli lahan Lai Bui Min.

Perkara Lai Bui Min diketahui sudah divonis. Lai Bui Min dihukum pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 4 bulan kurungan.

Lihat juga video 'Kejagung Lebih Dipercaya Publik Dibanding KPK Versi Survei Indikator':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT