ADVERTISEMENT

Berkas Indra Kenz-Doni Salmanan Belum Lengkap, Polri-Jaksa Koordinasi

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 21:31 WIB
Indra Kenz
Indra Kenz (Palevi/detikhot)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan berkas perkara Doni Salmanan dan Indra Kenz belum lengkap sehingga dikembalikan ke kepolisian untuk dilengkapi. Selain kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan, Kejagung masih meneliti beberapa kasus investasi bodong robot trading lainnya.

"Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) melalui Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung menyampaikan penanganan 9 perkara tindak pidana investasi robot trading tahun 2022 yang menarik perhatian masyarakat banyak sehingga menjadi prioritas untuk ditangani dengan proses yang cepat," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Senin (13/6/2022).

Kejagung merinci dari 9 perkara kasus investasi robot trading itu, sebanyak 5 berkas perkara masih dalam tahap penelitian, sedangkan 4 perkara lainnya masih dalam tahap koordinasi karena kejaksaan baru mendapat SPDP.

Berikut ini 5 perkara yang telah masuk dalam tahap penelitian berkas, yaitu:
1. Terlapor IK (Indra Kenz) yang terjerat kasus judi online atau penyebaran berita bohong atau hoax atau penipuan melalui YouTube, Instagram, dan Telegram menawarkan keuntungan melalui aplikasi Binomo Option yang merugikan masyarakat. (Tahap P.19)
2. Terlapor DS (Doni Salmanan) sekitar bulan Maret 2021 melakukan promosi melalui akun Youtube dengan menawarkan keuntungan melalui aplikasi trading Quotex (Binary Option) hingga merugikan banyak korban. (Tahap P.19)
3. PT FAP dengan HS sebagai terlapor menawarkan aplikasi robot trading yang menawarkan investasi pada aset perdagangan berjangka dan aset kripto. (Tahap P.19)
4. PT TGK sekitar tahun 2020 s/d 2022 dilaporkan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan terindikasi menjalankan investasi bodong yang berkedok skema Ponzi. (Tahap P.19)
5. PT DPA sekitar tanggal 28 Februari 2022 diduga melakukan robot trading yang tidak memiliki izin. (Tahap P.19)

Diketahui, Kejagung beberapa waktu lalu mengembalikan berkas Doni Salmanan dan Indra Kenz ke penyidik Bareskrim Polri. Saat ini tim penyidik akan memenuhi petunjuk dari Jaksa Peneliti (P.19) terkait penanganan kasus tersebut.

"Terhadap 5 perkara tersebut, saat ini masih dalam tahap koordinasi secara intensif antara Penyidik Bareskrim Polri dengan Jaksa Peneliti pada Jampidum Kejaksaan Agung agar perkara tersebut dapat segera dinyatakan lengkap secara formil dan materil (P.21) oleh Jaksa Peneliti dan dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu tahap penuntutan," kata Ketut.

Sementara itu, Kejagung juga baru menerima surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) 4 berkas kasus robot trading dari tim penyidik Bareskrim Polri. Di antaranya:

1. PT SMI dengan A sebagai Terlapor yang melakukan Tindak Pidana Trading secara otomatis dalam bentuk robotik broker-broker yang tidak memiliki izin pada tahun 2017-2022, wilayah kejadian di Jakarta Utara.
2. PT DCD dengan AMH sebagai terlapor yang menawarkan produk investasi berupa koin digital tanpa izin sekitar bulan Oktober 2017 s/d Agustus 2019, wilayah kejadian di Tangerang Selatan.
3. Terlapor RS melalui komunitas EA C melakukan penipuan berkedok robot trading dan melakukan transaksi jual beli komoditi emas tanpa izin dan berbadan hukum.
4. Terlapor LD dan J selaku founder ATGC A melakukan penipuan terhadap 300 orang/member.

Ketut mengatakan identitas pelaku dan jumlah kerugian masih dalam tahap penelitian dan belum dapat disampaikan ke publik.

"Perkara ini menarik perhatian masyarakat sehingga menjadi prioritas untuk ditangani dengan proses yang cepat, termasuk perkara Tersangka IK dan Tersangka DS yang masih terus didalami," ungkapnya.


Polisi Kebut Berkas Indra Kenz yang Dikembalikan Jaksa

Berkas perkara tersangka kasus penipuan, judi online serta modus binary option dengan platform Binomo, Indra Kenz, dinyatakan belum lengkap oleh Kejaksaan. Polisi mengaku saat ini fokus mengebut kelengkapan berkas sesuai yang diminta jaksa.

"Kami fokus dengan penyelesaian berkas perkara (Indra Kenz)," kata Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma Kumara saat dimintai konfirmasi, Rabu (18/5/2022).

Candra mengatakan berkas perkara Indra dikembalikan jaksa ke penyidik sebelum Lebaran kemarin atau akhir April. Dia menyebut berkas itu bakal dilimpahkan kembali pada pertengahan bulan ini.

(yld/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT