ADVERTISEMENT

Dedi Mulyadi Minta Kementan Susun Skenario Tangani PMK Jelang Idul Adha

Atta Kharisma - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 18:06 WIB
Dedi Mulyadi
Foto: Istimewa
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta Kementerian Pertanian untuk segera menyusun skenario penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), termasuk dari segi pembiayaan. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan terutama menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 9-10 Juli 2022 mendatang.

"Ini harus dilakukan dengan cepat karena kita berpacu dengan waktu apalagi kalau ngomong Idul Adha yang tinggal hitungan hari. Karena ini adalah penyelamatan ekonomi rakyat yang sangat luar biasa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/6/2022).

Dedi menyebut langkah cepat penanganan PMK adalah melalui realokasi anggaran. Salah satunya adalah dengan segera menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk meminta anggaran demi penuntasan PMK.

"Penanganan PMK ini kuncinya di PMK, Peraturan Menteri Keuangan. Sebab, sampai sekarang belum ada PMK baru. Jadi segera bertemu Menteri Keuangan agar PMK untuk penanganan PMK," ungkapnya.

Dari sisi kebijakan, Dedi mengatakan pemerintah bisa mencari atau mengalihkan anggaran untuk mengatasi wabah PMK yang terus merebak di Indonesia.

"Ini keadaan darurat yang harus segera ditangani sungguh-sungguh. Jadi saya meminta untuk segera dicari solusi," imbuhnya.

"Kalau urusan rakyat apalagi untuk urusan masa depan jangan pernah ragu untuk mengeluarkan duit, karena ini menyangkut kehidupan. Karena kalau ini tidak beres maka sekian tahun ke depan kita akan mengalami problem yang tidak pernah berakhir. Duit bisa dicari, tapi nyawa sapi tidak bisa diganti," tambah Kang Dedi.

Ia menyatakan Komisi IV DPR RI sudah sepakat agar ada pergeseran anggaran di Kementerian Pertanian, selama pergeseran tersebut tidak menyalahi sistem pengelola keuangan.

"Dalam setiap rapat kita harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat," pungkasnya.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT