Hal itu disampaikan Budi dalam konferensi pers virtual yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/6/2022). Dia mengatakan pemerintah telah melakukan pengamatan di Afrika Selatan yang merupakan lokasi awal terdeteksinya kasus Corona BA.4 dan BA.5.
"Hasil pengamatan kami, puncak penularan BA.4 dan BA.5 ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron," ujar Budi.
Budi juga mengatakan tingkat rawat inap atau hospitalisasi akibat COVID-19 varian baru ini sepertiga lebih rendah dibanding varian Delta dan Omicron. Tingkat kematiannya juga lebih rendah.
"Kematian sepersepuluh varian Delta dan Omicron," ujarnya.
Dia mengatakan varian BA.4 dan BA.5 memang meningkatkan kasus Corona di beberapa negara. Namun, tingkat hospitalisasi dan kematian jauh di bawah Corona varian Omicron dan Delta.
"Walau BA.4 dan BA.5 ini menyebabkan peningkatan kasus, tapi puncak kenaikan kasusnya maupun hospitalisasi maupun kematian jauh lebih rendah dibandingkan Omicron yang awal," ucapnya. (haf/imk)











































