ADVERTISEMENT

Jadi Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin, Ini Tugas dan Peran AS

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 12:32 WIB
Kantor ormas Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung kembali digeledah polisi (Foto: dok. Istimewa)
Foto: Kantor ormas Khilafatul Muslimin di Bandar Lampung kembali digeledah polisi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Polda Metro Jaya kembali mengamankan satu tokoh sentral ormas Khilafatul Muslimin berinisial AS. Tersangka AS menjabat sebagai Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin. Apa saja tugasnya?

"AS atas perintah khalifah memiliki peran menetapkan bahan ajar atau kurikulum lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam keterangan kepada wartawan, Senin (13/6/2022).

AS ditangkap di Mojokerto dini hari tadi sekitar pukul 00.30 WIB. AS diketahui merupakan salah satu tokoh sentral dengan jabatan sebagai menteri di ormas Khilafatul Muslimin.

Zulpan mengatakan sebagai menteri, tersangka AS berperan dalam pembuatan konten di buletin dan sejumlah tulisan yang diedarkan oleh Khilafatul Muslimin. Konten di buletin tersebut ditulis oleh AS dan bertentangan dengan Pancasila.

"Yang bersangkutan juga penulis di buletin, koran, dan lain-lain yang di keluarkan oleh Khilafatul Muslimin yang berisikan ajaran ataupun paham yang bertentangan dengan Pancasila," ujar Zulpan.

6 Tokoh Khilafatul Muslimin Ditangkap

Penangkapan kepada AS menambah daftar tokoh ormas Khilafatul Muslimin yang telah ditangkap oleh jajaran Polda Metro Jaya. Total, ada enam tokoh ormas tersebut yang telah ditangkap.

Penangkapan pertama terjadi pada Selasa (7/6) di kantor pusat Khilafatul Muslimin yang berlokasi di Bandar Lampung, Lampung. Polisi saat itu menangkap pimpinan tertinggi ormas tersebut bernama Abdul Qadir Hasan Baraja.

Empat hari berselang polisi kembali melakukan penangkapan kepada empat orang tokoh Khilafatul Muslimin lainnya. Penangkapan terjadi pada Sabtu (11/6) di Lampung, Medan, hingga Bekasi.

Empat orang yang ditangkap tersebut berinisial AA, IN, F, dan SW. Mereka ditangkap dengan sejumlah peran yang berbeda di organisasi tersebut.

"Pertama Inisialnya AA ditangkap di Bandar Lampung perannya sebagai sekretaris Khilafatul Muslimin yang menjalankan operasional dan keuangan organisasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (12/6).

IN ditangkap di kota yang sama berperan sebagai penyebar doktrin melalui sistem pendidikan. Dia juga menyebarkan doktrin melalui pelatihan yang dilakukan ormas Khilafatul Muslimin.

Sementara tersangka F ditangkap di Medan. F berperan sebagai penanggung jawab dan pengumpul dana dari Khilafatul Muslimin.

Polda Metro Jaya juga menangkap SW di Pekayon, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dia diketahui sebagai pengurus dan pendiri ormas Khilafatul Muslimin.

"Kemudian keempat, ditangkap kota Bekasi inisialnya SW ini perannya inisialnya pengurus dan juga pendiri Khilafatul Muslimin bersama pimpinan petinggi mereka," ucapnya.

Lihat juga video 'Momen Penangkapan Tokoh Khilafatul Muslimin di Lampung Berujung Ricuh!':

[Gambas:Video 20detik]



Khilafatul Muslimin punya data induk sendiri bagi anggotanya. Simak di halaman berikutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT