Aset Rusak, Depag Cairkan DAU
Jumat, 09 Jun 2006 06:07 WIB
Jakarta - Sejumlah aset Departemen Agama (Depag) dan tempat ibadah rusak parah akibat gempa di Yogyakarta. Untuk memperbaiki dan membangun fasilitas itu, Depag akan menggunakan Dana Abadi Umat (DAU) yang selama ini ditutup rekeningnya."Kita telah berkonsultasi dengan DPR dan DPR telah setuju karena ini darurat dan untuk umat," kata Sekjen Depag Faisal Ismail ketika dihubungi detikcom, Kamis (8/6/2006).Selain berkonsultasi dengan DPR, Depag juga akan melaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum menggunakan DAU. Hal ini untuk mencegah munculnya dugaan penyalahgunaan DAU. "Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari," ujar Faisal.Namun sebelum mengucurkan DAU, Depag masih menghitung jumlah total dana yang dibutuhkan untuk perbaikan fasilitas itu. "Kita sedang menghitung, tapi dalam waktu dekat akan dicairkan," ucapnya.Dari data yang diperoleh, kerusakan akibat gempa meliputi gedung Kanwil Yogyakarta, asrama haji, 87 rumah ibadah, 12 pondok pesantren, 14 KUA, 14 MIN dan MIS, 5 MTsN, 55 rumah dinas pegawai Depag, serta 11 MAN dan MAS.Menag Maftuh Basyuni pernah mengatakan, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 miliar akibat 87 rumah ibadah yang rusak.
(atq/)











































