ADVERTISEMENT

Dipukul Anggota DPRD Tangsel, Wasit TNI: Saya Profesional di Lapangan

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 23:12 WIB
Kopda Eka Kurniyawan (Dok situs TNI AD)
Foto: Kopda Eka Kurniyawan (Dok situs TNI AD)
Jakarta -

Kasus pemukulan yang dilakukan oleh anggota DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) Edy Mamat terhadap wasit pertandingan Pakujaya Cup 2022, Kopda Eka Kurniyawan, berakhir damai. Kopda Eka buka suara terkait pemukulan itu.

"Saya juga menyadari bahwa kejadian seperti itu sudah menjadi tantangan tugas saya sebagai wasit. Saya sendiri berusaha selalu profesional di lapangan, tidak pernah saya tunjukkan bahwa saya ini seorang tentara," ujar Kopda Eka Kurniyawan dilansir dari keterangan di situs TNI AD, Minggu (12/6/2022).

Kopda Eka diketahui merupakan salah satu wasit sepakbola nasional yang berstatus sebagai prajurit aktif TNI. Ia sudah jatuh cinta dengan sepak bola sejak kecil.

"Sejak kecil saya memang suka sekali sepak bola. Di Batalyon saya tergabung dalam tim sepakbola Rajawali dan beberapa kali mengikuti pertandingan antar satuan," kata Kopda Eka.

Kopda Eka kemudian mengikuti seleksi wasit. Ia dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat wasit C-3 pada tahun 2018 di Kota Bekasi. Lalu, ia menempuh lisensi wasit C-2 di Jakarta pada tahun 2020 dan lisensi wasit C-1 nasional di Palembang pada 2021.

Berbekal sertifikat wasit itu, Kopda Eka beberapa kali memimpin pertandingan sepak bola tingkat daerah atau yang biasa dikenal dengan sepak bola antar kampung (tarkam) hingga sepak bola junior. Kopda Eka sering diminta menjadi wasit di sejumlah pertandingan yang digelar di Jabodetabek dan Banten.

Pada musim 2021/2022, Kopda Eka lulus overtest untuk bertugas di kompetisi Liga 3 Asprov Banten dan berlanjut ke Liga 3 tingkat nasional. Saat Piala Soeratin U-13 musim 2021/2022, Kopda Eka mendapatkan kepercayaan memimpin pertandingan hingga final.

"Beberapa kali saya diminta menjadi wasit pertandingan di luar daerah, namun saya tolak karena bertepatan dengan tugas-tugas saya di Batalyon. Jadi saya biasanya bertugas sebagai wasit untuk pertandingan di wilayah Jabodetabek dan Banten saja," ujar Kopda Eka.


Dipukul

Pemicu masalah adalah saat Edy selaku pemain mengeluarkan bahasa yang tak sopan kepada Eka, yang ternyata seorang anggota TNI. Sikap Edy pun akhirnya diganjar kartu kuning oleh Eka.

"Kemudian dikasih lah kartu kuning karena dengan bahasa itu. Pada saat dikasih kartu kuning, dia (Edy) tidak terima. Nah wasit kemudian didengkulin, ditendang menggunakan dengkul," kata Sekretaris Kecamatan Serpong Utara, Dahlan, sebelumnya.

Lagi-lagi sikap Edy malah makin menjadi diganjar kartu merah oleh Eka. Di saat inilah kemarahan Edy memuncak dan dia membogem Eka.

"Kejadian kan main bola dikasih kartu merah, tidak terima. Nah Si Edy Mamat mukul wasit. Kalau saya jadi wasit, dipukul begitu, ya bela," tuturnya.


Berakhir Damai

Pertemuan kedua belah pihak ini dilakukan pada Sabtu (11/6) mulai pukul 20.00 WIB. Kapolsek Serpong Kompol Evarmon Lubis mengungkapkan pertemuan ini selesai pukul 23.30 WIB berjalan dengan aman dan kondusif.

"Pertemuan ini juga ada panitia Pakujaya Cup terkait keributan antara pemain dan wasit," kata Evarmon saat dihubungi, Minggu (12/6/2022).

Hasil pertemuan, ucap Evarmon, adalah sanksi kepada tim yang dibela Edy Mamat dan Edy Mamat sendiri. Sementara itu, hasil pertemuan kedua belah pihak antara Edy Mamat dan Praka Eka menghasilkan beberapa kesepakatan.

"Tim tersebut (Orkil FC) tidak boleh ikut turnamen/open untuk tahun berikutnya di Stadion Pakujaya. Pemain dari Tim Orkil FC Edy Mamat tidak boleh ikut bermain dan bertanding di setiap kegiatan turnamen/open Pakujaya Cup selama 2 tahun berturut-turut hasil keputusan panitia," tambahnya.

Satu di antaranya kedua pihak sepakat saling memaafkan atas kejadian tersebut dan tidak akan mempermasalahkan di kemudian hari. "Dan sepakat untuk berdamai dan tidak memperpanjang masalah tersebut," tuturnya.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT