ADVERTISEMENT

Kelas BPJS Kesehatan Mau Dihapus, Partai Garuda Soroti Pelayanan di RS

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 14:36 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi
Foto: (Dok. Istimewa)
Jakarta -

BPJS Kesehatan akan melakukan penghapusan kelas dalam iuran per Juli 2022. Adapun iuran nantinya akan disesuaikan dengan gaji peserta.

Menyoroti hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyebut kebijakan ini dapat dilakukan jika BPJS Kesehatan melakukan pendataan gaji peserta dengan baik. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya manipulasi data.

"Perubahan ini sah-sah saja selama bisa terkoneksi dengan data penggajian, bukan diisi sendiri oleh peserta BPJS kesehatan, yang bisa menyebabkan terjadinya manipulasi data, karena tidak semua orang dan semua profesi gajinya terdata. Tidak semua pekerja formal karena masih banyak pekerja informal," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Minggu (12/6/2022).

Teddy menilai pendataan gaji sektor informal bukan merupakan hal mudah. Apalagi, menurutnya, sistem administrasi BPJS Kesehatan selama ini masih belum mumpuni.

"Karena kita bisa lihat bagaimana proses panjang peserta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan. Harus bolak-balik mengurus dokumen, fotocopy berlembar-lembar, padahal data pasien dan keluarga sudah ada dalam database. Itu saja yang sudah terdata masih manual, bagaimana dengan yang belum terdata? Ini sudah dipikirkan dan sudah ada jalan keluarnya belum?" ungkapnya.

Oleh karena itu, Teddy pun mengingatkan pentingnya keadilan bagi peserta dalam mendapatkan pelayanan dan hak-hak rumah sakit, begitupun sebaliknya.

"Yang lebih penting lagi bukan soal keadilan besaran iuran, tapi keadilan peserta dalam mendapatkan pelayanan di rumah sakit, juga keadilan bagi rumah sakit itu sendiri. Mereka melakukan pelayanan terhadap hak kesehatan masyarakat, tapi rumah sakit harus juga mendapatkan hak-nya dari BPJS Kesehatan, sehingga bisa melayani dengan baik," pungkasnya.

(ncm/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT