ADVERTISEMENT

Kapan Ibu kota Bebas Kabel Semrawut di Udara?

Edward F. Kusuma - detikNews
Minggu, 12 Jun 2022 06:40 WIB
Jakarta -

Pemerintah DKI Jakarta masih bergelut dengan kabel kusut yang menjuntai di atas pedestrian. Hingga kini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebagai pihak yang ditunjuk untuk menggarap proyek ini, mengaku telah menyelesaikan 7 dari 22 ruas jalan yang menjadi objek perbaikan trotoar dan penanaman kabel udara.

Sementara itu, berdasarkan peraturan gubernur tahun 2019, penataan kabel-kabel udara itu harus segera diselesaikan dalam kurun waktu 3 tahun. Dinas Bina Marga berpacu dengan waktu untuk dapat menyelesaikan proyek ini. Sebab bila dibiarkan berlarut-larut, mobilitas masyarakat akan terganggu dengan penyempitan jalan yang muncul di titik-titik lokasi pekerjaan.

Setidaknya ada 3 kabel berbeda dalam 1 lintasan di atas trotoar Jakarta, yaitu saluran kabel telepon, listrik, serta fiber optik. Tercatat, sepanjang 223,796 kilometer saluran jaringan utilitas terpadu (SJUT) perlu dibangun guna menata kabel-kabel yang melintang di udara jakarta. Dari total proyek, ruas jalan sepanjang 108,192 kilometer dipegang PD Sarana Jaya. Sementara itu, sisanya akan dikerjakan oleh PT. Jakarta Propertindo (JAKPRO) melalui anak usahanya, PT. Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) dengan panjang ruas jalan 115,604 kilometer.

Hananto Krisna, Kepala Bidang PSUK Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan, selama proses pengerjaan SJUT berlangsung, pihaknya masih memerlukan campur tangan investor untuk melancarkan proyek ini.

"Jadi pelaksanaan SJUT ini memang kita tergantung pendanaan dari BUMD penugasan, jadi mereka saat ini sedang mencari untuk investor untuk mendanai kegiatan SJUT. ini di jalan Cikajang, ini sedang pengerjaan trotoar ya dimana kita sudah terbangun untuk SJUT-nya, setelah itu terbangun lalu kita laksanakan pengerjaan trotoar," ungkap Hananto dalam program Sudut Pandang, Minggu (12/05/2022).

Ia menyampaikan, proyek yang dikerjakannya sejak 2021 ini akan selesai 3 tahun mendatang. Namun, hingga saat ini setidaknya baru ada 7 ruas jalan yang diklaim sudah rampung 100%.

Halaman berikutnya: Anggota Komisi D DPRD DKI mengkritisi proyek ini.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT