ADVERTISEMENT

PLN Gunakan Limbah Batu Bara untuk Renovasi Asrama TNI di Sikka

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Sabtu, 11 Jun 2022 19:50 WIB
PLN
Foto: Dok. PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) meresmikan 5 unit asrama Prajurit TNI Komando Distrik Militer (Kodim) 1603 Sikka yang telah direnovasi dalam program bedah rumah. Dalam perbaikan asrama itu, PLN memanfaatkan limbah sisa pembakaran batu bara atau Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komandan Resort Militer (Danrem) 161 Wirasakti Kupang Brigjen TNI Iman Budiman mengapresiasi kepedulian PLN yang membantu bedah rumah prajurit KODIM 1603 Sikka. Adapun bedah rumah ini termasuk dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.

"Dengan bantuan bedah rumah ini, kehidupan para prajurit dan keluarga yang menghuni rumah tersebut menjadi lebih nyaman," kata Iman dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/6/2022).

Ia berpesan kepada para prajurit dan keluarganya untuk terus menjaga rumah yang telah dibedah PLN sehingga kondisi rumah tetap terpelihara.

"Semoga sinergi yang sudah terjalin tetap dipertahankan sehingga mendukung pembangunan," lanjut Iman.

Salah satu prajurit TNI KODIM 1603 Sikka Praka Tito (29) merasa bersyukur bisa menghuni salah satu rumah yang dibedah dengan FABA PLN. Sebelum ada asrama bagi prajurit TNI, Tito bersama istri dan seorang anaknya tinggal di kamar kos di Jalan Bray, Kota Sikka.

"Saya sampaikan terima kasih atas kepedulian PLN membantu rumah layak huni bagi prajurit KODIM 1603 Sikka, sehingga hidup kami sekeluarga kini lebih nyaman, karena sebelumnya kami tinggal di kamar kos. Semoga program bedah rumah memanfaatkan produk FABA terus dilakukan sehingga teman-teman prajurit yang lain juga dapat tinggal di rumah yang lebih nyaman," ungkap Tito.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko berterima kasih kepada TNI yang telah bersinergi dengan PLN untuk memperkenalkan dan memanfaatkan FABA untuk program bedah rumah prajurit.

Jatmiko berharap dengan adanya rumah layak huni, para prajurit dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik, sehat, dan produktif.

"Semoga sinergi PLN dan TNI dalam pemanfaatan FABA maupun tugas kenegaraan lainnya terus berkelanjutan sehingga pembangunan berjalan lancar dan berdampak bagi masyarakat," tutur Jatmiko.

Sebagai informasi, PLTU Ropa memproduksi FABA sebanyak 5.300 metrik ton per hari. Potensi ini kemudian diolah oleh PLN untuk menjadi produk material konstruksi seperti paving blok, bata interlock, kanstein, batako dan produk material konstruksi lainnya untuk pembangunan.

"Selain itu, FABA juga telah digunakan untuk membangun sarana umum seperti jalan lingkungan, jalan desa, gereja, masjid, dan sarana umum lainnya dan jalan. FABA juga telah digunakan untuk bedah rumah layak huni sebanyak 14 unit sejak bulan Juni tahun 2021 hingga saat ini," ujar Jatmiko.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT