ADVERTISEMENT

Jadi Cagar Budaya, Jembatan Terowongan Tiga di Jaktim Tak Terawat

Anggi Muliawati - detikNews
Sabtu, 11 Jun 2022 18:36 WIB
Jembatan Kereta Terowongan Tiga di Matraman, Jaktim, ditetapkan sebagai salah satu dari 14 cagar budaya Jakarta. Namun kondisinya tak terawat. (Anggi Muliawati/detikcom)
Foto: Jembatan Kereta Terowongan Tiga di Matraman, Jaktim, ditetapkan sebagai salah satu dari 14 cagar budaya Jakarta. Namun kondisinya tak terawat. (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menetapkan 14 cagar budaya sepanjang 2020-2021. Salah satunya ialah Jembatan Kereta Terowongan Tiga di Matraman, Jakarta Timur (Jaktim).

Jembatan Kereta Terowongan Tiga di Jl Bunga I, Palmeriam, Matraman Jaktim menjadi salah satu struktur Cagar Budaya. Jembatan tersebut letaknya tidak jauh dari bangunan Cagar Budaya Stasiun Jatinegara.

Pantauan detikcom di lokasi Sabtu (11/6/2022), terlihat jembatan tersebut kurang terawat. Di sisi kanan-kiri dan atas terowongan terdapat sampah-sampah berserakan.

Selain di atas dan di sisi samping terowongan, sampah-sampah itu juga berada di atas kali. Selain itu, juga banyaknya tanaman dan pepohonan liar.

Di atas terowongan dan di sepanjang bantaran kali terdapat warung-warung yang telah ada sejak kurang lebih 8 tahun. Di sisi kanan dari terowongan terdapat tanggul yang disebut-disebut dibangun pada 2019. Sedangkan di sisi kiri tanggul tersebut telah rusak.

Seorang warga RT 03 RW 09 Kelurahan Palmeriam, Sukemi (62), mengatakan terowongan tersebut memang kurang perhatian dari pemerintah. Menurutnya pemerintah hanya sesekali mendatangi lokasi.

Jembatan Kereta Terowongan Tiga di Matraman, Jaktim, ditetapkan sebagai salah satu dari 14 cagar budaya Jakarta. Namun kondisinya tak terawat. (Anggi Muliawati/detikcom)Jembatan Kereta Terowongan Tiga di Matraman, Jaktim, ditetapkan sebagai salah satu dari 14 cagar budaya Jakarta (Anggi Muliawati/detikcom)

"Nggak ada, gitu-gitu aja, orang pemerintahan udah beberapa kali ke mari nanya-nanya, tapi gitu-gitu aja udah, nanya ini tahun berapa, istilah dibangunnya, udah gitu aja. 'Udah berapa tahun?', cuma nanya-nanya gitu aja, pembangunannya mah nggak ada," katanya di lokasi.

Sukemi mengatakan pemerintah hanya sesekali menahan tanaman dan pohon liar di sekitar terowongan. Sedangkan untuk sampah tidak dilakukan pengerukan.

"Nggak ada (perawatan) paling perawatannya ditebang-tebang, ditebang 3 bulan sekali, ntar numbuh lagi, ntar tebang lagi, gitu aja," katanya.

"Nggak ada (pengerukan), kalau sampah-sampahnya dibuangin aja ke bawah udah. Kalau diangkut-angkut nggak ada, diangkut ya di depan sana, kalau di sini nggak ada, turun-turun ke bawah aja, diturunin, ditebangin, ini aja udah berapa bulan nggak dikontrol lagi," sambungnya.

Dia mengatakan pohon-pohon itu ditebangi, terakhir pada Mei 2021. Dia menyebut untuk sampah pun sudah lama tidak dilakukan pembersihan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Melihat Langgar Tinggi, Masjid Cagar Budaya di Jakarta Barat':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT