Kalla Sambut Baik Permintaan Jaminan Monorel
Kamis, 08 Jun 2006 17:30 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyambut baik permintaan jaminan kerugian dalam proyek monorel. Jaminan kerugian diperlukan agar dana dari Dubai Islamic Bank (DIB) segera cair.Sinyalemen mengenai sikap Kalla itu disampaikan Gubernur DKI Sutiyoso. Menurut Sutiyoso, siang tadi dirinya dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dipanggil oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemanggilan tersebut terkait surat yang dikirimkan Sutiyoso mengenai permintaan jaminan kerugian dari DIB.Pertemuan antara Sutiyoso, Sri Mulyani dan Kalla, berlangsung di kantor Wakil Presiden. Namun usai pertemuan tersebut, Sutiyoso tidak memberikan keterangan apa pun kepada wartawan. Sutiyoso baru buka suara saat berada di kantornya. "Saya kira ya (ditanggapi positif), karena tadi pembicaraan kita bertiga lancar," kata Sutiyoso saat dicegat wartawan di Balaikota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (8/6/2006).Sutiyoso menambahkan, dirinya meminta agar proses pemberian jaminan kerugian yang ditangani Menteri Keuangan itu bisa diselesaikan dalam waktu 1 bulan. Sebagai tindaklanjutnya, Menkeu meminta Sekda Pemprov DKI Jakarta, Ritola Tasmaya, menyiapkan semua data-data yang diperlukan. Menurut Sutiyoso, jaminan kerugian ini lazim dilakukan di negara-negara lain yang memberikan pinjaman untuk proyek-proyek infrastuktur. Namun demikian, perlu dicari pola penjaminan yang tepat karena menyangkut anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah.Permintaan jaminan dari pemerintah, bukan baru pertama kali diajukan investor yang berminat meminjamkan dana untuk proyek monorel. Sebelumnya, pihak Jepang dan Singapura yang bersedia memberikan pinjaman untuk proyek monorel, juga meminta jaminan yang sama.Namun, pemerintah menolak memberikan jaminan dengan alasan proyek monorel dikerjakan swasta, dalam hal ini PT Jakarta Monorail (JM). Hal itu, yang menyebabkan PT JM tak bisa menyelesaikan financial closing pada 31 Mei 2005 karena investor asing dari Jepang dan Singapura menolak memberikan pinjaman.Seperti diketahui, DIB telah menyatakan bersedia mendanai proyek monorel di Indonesia. Mereka siap menggelontorkan dana sebesar US $ 500 juta.
(djo/)











































