Patahan Tidak Berbahaya, Gedung Arsip Nasional Aman
Kamis, 08 Jun 2006 17:28 WIB
Jakarta -
Direktur Eksekutif Yayasan Gedung Arsip Nasional Tamalia Alisjahbana langsung menelepon Prof Dr Suparkah yang merilis adanya patahan/sesar gempa di Ciputat hingga sumber air panas Gedung Arsip Nasional. Setelah mendapat penjelasan geolog tersebut, Tamalia bernafas lega karena patahan itu tidak berbahaya."Menurut Pak Suparkah, patahan itu nggak berbahaya. Yang penting, konstruksi bangunannya. Di mana-mana di Jakarta, ada patahan. Jadi aman untuk melakukan berbagai kegiatan di sini (Gedung Arsip Nasional)," kata Tamalia pada detikcom di ruang kerjanya, Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (8/6/2006).Keyakinan Tamalia ditambah dengan bukti bahwa selama 246 tahun Gedung Arsip Nasional berdiri, tidak ada satu pun catatan yang menunjukkan bahwa gedung itu mengalami kerusakan akibat gempa.Tamalia juga menceritakan arsitektur gedung itu. Pondasi bangunan yang didirikan orang Belanda pada 1760 itu istilahnya cerucut kayu dalam pasir. Pondasi ini berupa kayu-kayu ditanam di dalam pasir.Gedung bersejarah itu direstorasi pada 1997-1998. "Dulu sebelum direstorasi sering banjir. Setelah direstorasi tidak lagi," katanya sambil menunjukkan foto-foto proses restorasi.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































