Sumber Air Panas Gedung Arsip Bikin Hotel Palembang Laris
Kamis, 08 Jun 2006 17:02 WIB
Jakarta -
Sumber air panas di halaman Gedung Arsip Nasional -- salah satu patahan gempa di Jakarta -- yang terletak di Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, sangat terkenal di kawasan yang kini menjadi pusat bisnis itu. Warga setempat memanfaatkan air itu untuk mandi. Bahkan Hotel Palembang yang ada di samping gedung kuno itu menjadi laris karena sumber air panas tersebut.Hotel Palembang secara khusus memasang pipa paralon dan selang-selang berukuran cukup besar dari sumur sumber air panas tersebut. Tujuannya ya menyedot air panas itu untuk dimanfaatkan para tamu hotel. "Dulu Hotel Palembang ramai banget karena ada sumber airnya itu. Airnya mancur terus," kata Wahidin, satpam Gedung Arsip Nasional pada detikcom, Kamis (8/6/2006).Hingga saat ini, selang warna merah milik Hotel Palembang masih ada. Selang itu ditinggal di sumur sumber air panas yang saat ini tidak berfungsi. Sumber air panas itu kini dipenuhi sampah.Wahidin mengaku sudah bekerja di Gedung Arsip Nasional sejak 24 tahun lalu. Dia tahu betul cerita tentang sumber air panas itu."Awal tahun 90-an masih ada (airnya), tapi seingat saya tahun 95-96 sudah nggak ada," kata Wahidin.Selain dimanfaatkan warga sekitar untuk mandi di pagi hari dan dialirkan ke Hotel Palembang, sumber air panas itu dulunya juga dialirkan ke salah satu kamar mandi di Gedung Arsip.Tapi kini sumber air panas itu sudah mati. Tidak ada air panas lagi yang keluar. Sumur sumber air panas itu pun tidak terurus, banyak sampah bertebaran. Sementara, Hotel Palembang sekarang juga sudah almarhum. Menurut Wahidin, Hotel Palembang kini berubah menjadi gedung BCA.
(nrl/)










































