ADVERTISEMENT

Penyesalan Pemilik Usaha Nasi Padang Babi Usai Tuai Kecaman

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Jun 2022 06:20 WIB


Polisi Buka Suara

Sementara itu, Kapolsek Kelapa Gading Kompol Vokky Sagala mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti perihal laporan adanya usaha nasi Padang babi. Dia menyebut pada saat dilakukan penyelidikan, lokasi tersebut bukan berbentuk restoran.

"Tadi setelah kita melakukan penyelidikan kita datang ke rumah yang bersangkutan, rumah tersebut adalah rumah tinggal. Jadi bukan restoran atau toko, melainkan rumah tinggal," katanya.

"Itu pada saat kita datang kita lihat sudah tidak beroperasi lagi. Itu memang tempat tinggal, bukan tempat usaha," sambungnya.

Vokky mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dia mengatakan belum dapat memastikan terkait pelanggaran yang dilakukan pemilik usaha tersebut.

"Kalau terkait pelanggaran kita masih melakukan pemeriksaan nanti mungkin setelah pemeriksaan kita baru bisa menyampaikan," tuturnya.


Tuai Kecaman

Usaha kuliner nasi Padang babi menuai kecaman. Salah satunya dari Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) Andre Rosiade.

"Sebagai Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang, saya sudah mendengar soal restoran di Jakarta yang bikin keresahan masyarakat Minang. Hal ini disebabkan restoran bernama Babiambo itu mengolah daging babi menjadi masakan berupa rendang," kata Andre Rosiade dalam keterangannya, Jumat (10/6).

Keberadaan nasi Padang babi itu juga disorot oleh anggota DPR dari Dapil Sumbar II, Guspardi Gaus. Dia mengaku geram dengan keberadaan nasi padang babi tersebut.

"Apa maksud dan motif pemilik restoran menyediakan makanan nonhalal dengan menggunakan nama menu khas Minangkabau?" ujar politikus PAN ini.


(isa/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT