ADVERTISEMENT

Kemenag Pastikan Informasi Aceh Sedang Kelola Haji Sendiri Tak Benar

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Sabtu, 11 Jun 2022 02:14 WIB
Kantor Kementerian Agama / Kemenag
Foto: Kantor Kementerian Agama (Dok. Kemenag)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) RI memastikan informasi yang beredar terkait Aceh sedang mempersiapkan haji secara sendiri dan lepas dari penyelenggaraan Kemenag tidak benar. Kemenag menyampaikan hal tersebut merupakan disinformasi.

"Tidak benar Aceh sedang siapkan haji sendiri, lepas dari Kemenag. Itu disinformasi," Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo dalam keterangan yang disampaikan melalui website resmi Kemenag seperti dilihat detikcom, Sabtu (11/6/2022).

Kemenag menyampaikan, video pernyataan salah satu anggota Komisi VIII DPR yang membicarakan bahwa Aceh sedang mempersiapkan untuk mengelola haji secara tersendiri, terlepas dari tata kelola yang dilakukan oleh Kementerian Agama merupakan video potongan. Penggalan pernyataan tersebut lalu digabung dengan potongan video ceramah Ustaz Abdul Shamad yang membahas tentang dana haji. Sementara pada salah satu bagian layar, ada gambar Menag Yaqut Cholil Qoumas dengan tulisan 'DANA HAJI KURANG RP.1,5T, KEBERANGKATAN CJH TERANCAM BATAL!!! KOK BISA !!!???'

Menurutnya, disinformasi seputar jemaah haji Aceh ini mencuat pada Juni 2020, tidak lama setelah pengumuman pembatalan keberangkatan jemaah haji Indonesia saat itu. Disinformasi ini muncul seiring adanya berita di salah satu media online dengan judul 'Aceh Bisa Lobi Arab Saudi Dapat Kuota Haji Sendiri'. Disinformasi ini juga telah diulas oleh kominfo.go.id dalam rubrik Hoaks pada 18 Juni 2020.

Padahal, berita itu berisi harapan dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Muhammad Fadhil Rahmi agar Pemerintah Aceh memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 untuk melobi Arab Saudi agar memberikan kuota haji secara terpisah kepada Aceh, di luar kuota nasional.

"Dalam berita itu tidak ada kalimat bahwa jemaah Aceh tetap bisa menunaikan ibadah haji," jelas Wibowo.

Wibowo mengatakan pengumuman pembatalan keberangkatan jemaah haji pada 2020 juga bersifat nasional. Dia menyebut, Menteri Agama saat itu, Fachrul Razi mengatakan telah melayangkan surat resmi ke pemerintah Arab Saudi soal pembatalan pemberangkatan jemaah haji Indonesia 2020.

Surat yang dikirim pada 9 Juni 2020 itu tidak hanya berisi pemberitahuan pembatalan jemaah, melainkan juga permintaan agar Saudi tidak menerbitkan visa kunjungan dalam bentuk apapun bagi WNI. Sebab, pembatalan keberangkatan jemaah haji 2020 berlaku bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali.

Wibowo menyampaikan disinformasi yang terjadi pada 2020 lalu kembali dimunculkan. Dia menduga ada tujuan tertentu di balik munculnya disinformasi tersebut.

"Jadi bahwa Aceh akan mempersiapkan haji tersendiri, lepas dari tata kelola Kemenag adalah disinformasi yang terjadi pada 2020 dan sekarang dimunculkan kembali dengan tujuan-tujuan tertentu," tegas Wibowo.

"Ini jelas framing yang jahat," jelasnya.

Simak juga 'Ahli Minta Jemaah Haji Tak Gunakan Alat Cukur Bergantian':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT