Proposal Aziddin Ditolak Teknis Urusan Haji Konjen Jeddah
Kamis, 08 Jun 2006 15:13 WIB
Jakarta - KH Aziddin tampak bersemangat melobi Teknis Urusan Haji (TUH) Konsulat Jenderal (Konjen) Jeddah untuk berperan dalam penyewaan pemondokan dan katering haji. Terakhir, Aziddin melobi TUH pada Selasa (30/6/2006) lalu. Tapi, lobi Aziddin gagal. Saat itu, Aziddin bersama rombongan datang ke kantor TUH di Jeddah. Aziddin terang-terangan menyampaikan keinginannya untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan rumah pemondokan jamaah haji Indonesia tahun 1427 H. Dalam pertemuan itu, Aziddin menindaklanjuti surat sebelumnya yang dikirimkan ke TUH. Salah satu perusahaan yang direkomendasikan Aziddin adalah PT Pondok Patin. Aziddin meminta agar perusahaan tersebut diberi kesempatan berpartisipasi dalam penyediaan pemondokan di Makkah dan pelayanan katering di Madinah. Informasi ini terkuak dalam dokumen laporan khusus Staf TUH Nur Samad Kamba kepada Menteri Agama Maftuh Basyuni yang dikirimkan 6 Juni 2006 lalu. Dalam dokumen yang didapatkan detikcom, Kamis (8/6/2006), Nur Samad menjelaskan pihaknya telah menolak proposal Aziddin itu. Dalam laporannya, sebagai Staf TUH Konjen RI yang juga selaku Ketua Tim Perumahan yang dibentuk berdasarkan SK Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nur Samad telah menjelaskan kepada Aziddin dan rombongan tentang berbagai kebijakan dasar yang disepakati Panja BPIH Komisi VIII DPR RI. Antara lain: 1. Penyewaan rumah dilakukan lebih dini2. Kenaikan plafon dari SR 1.550 menjadi SR 2.000 dengan sistem proporsional3. Batas maksimum jarak dari Masjidil Haram 1.200 meter4. Wilayah di luar radius 1.200 meter dibatasi pada wilayah Mabhas Al Jin dengan harga SR 1.350 dan Bakhutmah dengan harga SR 1.250, masing-masing ditambah SR 100 biaya transportasi.Laporan itu menyebutkan, pada kesempatan itu, Aziddin juga menitipkan daftar rumah di berbagai wilayah Makkah berkapasitas total 34.877 jamaah dengan harga berkisar antara SR 1.600 hingga SR 2.600. Pemondokan yang ditawarkan Aziddin adalah pemondokan milik perusahaan 'Labani'. detikcom juga mendapatkan dokumen daftar harga pemondokan Labani yang ditawarkan Aziddin. Selain tercantum daftar harga, di daftar itu juga tercantum nama-nama pemondokan berikut daya tampung dan wilayahnya.Entah mengapa Aziddin menitipkan daftar rumah milik Labani. Sebab, informasi yang dikumpulkan detikcom, citra Labani tidaklah bagus. Dalam musim haji sebelumnya, pelayanan pemondokan Labani di kawasan Bakhutmah pernah bermasalah. Saat itu, jamaah haji ribut gara-gara penyediaan bus tidak sesuai kontrak. Keterangan Gambar:Inilah dokumen daftar harga perumahan 'Labani' yang dititipkan Aziddin kepada TUH Jeddah.
(asy/)











































