Ketum Projo: Yang Ingin 3 Periode Die Hard-nya Jokowi

ADVERTISEMENT

Ketum Projo: Yang Ingin 3 Periode Die Hard-nya Jokowi

Zhacky - detikNews
Jumat, 10 Jun 2022 16:55 WIB
Dokumen Projo (Istimewa)
Presiden Jokowi bersama Ketum Projo Budi Arie Setiadi. (Dok. Projo)

3 Periode Keinginan Die Hard-nya Jokowi

Bang Muni, sapaan akrab Budi Arie, mengaku hanya menyampaikan aspirasi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, masyarakat di tataran akar rumput menginginkan Presiden Jokowi menjabat 3 periode.

"Saya hanya bicara bahwa di masyarakat dan di akar rumput ada yang menyampaikan keinginan dan aspirasinya agar Jokowi 3 periode," katanya.

Bang Muni kemudian memaparkan hasil survei yang menyatakan sebesar 67% responden tak setuju Jokowi menjabat 3 periode, sedangkan 33% setuju. Bang Muni menyebut 33% responden yang setuju 3 periode adalah die hard-nya Jokowi.

"Berapa jumlahnya? Menurut survei, 67% tidak setuju Pak Jokowi 3 periode. Tapi itu artinya ada 33% atau sepertiga rakyat Indonesia yang menginginkan Jokowi 3 periode. Itu adalah die hard-nya Jokowi," jelasnya.

Wakil Menteri Desa itu menekankan bahwa Projo tetap taat terhadap konstitusi. Selain itu, sebut dia, Projo memiliki kepentingan menjaga demokrasi.

"Jadi, kami dari Projo tetap tegas tunduk dan taat pada konstitusi. Kami juga berkepentingan menjaga demokrasi dan semangat reformasi," pungkasnya.

Seperti diketahui, pernyataan soal wacana Jokowi 3 periode yang disampaikan Budi Arie dalam sebuah diskusi beberapa hari lalu menuai beragam tanggapan dari politikus lintas partai. Ada yang menyindir, ada juga yang mengingatkan.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, misalnya. Mardani menanggapinya dengan sindiran.

"Malu nggak ya ada yang masih ngangkat isu 3 periode? Mestinya malu karena demokrasi harus dibatasi. Lawan 3 periode, malu bagi yang ngangkat isu 3 periode," ujar Mardani kepada wartawan, Kamis (9/6).

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi juga ikut menanggapi. Baidowi meminta Projo menghargai sikap tegas Presiden Jokowi terhadap wacana 3 periode.

"Itu hak Projo untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, kita harus mengikuti konstitusi yang ada, dan juga menghargai sikap tegas dari Presiden Joko Widodo," kata politikus yang kerap disapa Awiek itu.


(zak/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT