Menko Kesra: 7 Kilometer dari Merapi Harus Dikosongkan
Kamis, 08 Jun 2006 14:21 WIB
Jakarta - Menko Kesra Aburizal Bakrie mengimbau kepada kepala daerah yang rawan bencana Gunung Merapi untuk mengosongkan kawasan itu hingga jarak 7 kilometer. Sebab daya luncur awan panas bisa mencapai 7 kilometer.Demikian disampaikan oleh Aburizal Bakrie di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/6/2006).Ical bersama sejumlah menteri yakni Mendagri M Ma'ruf, Mensos Bachtiar Chamsyah dan Seskab Sudi Silalahi dipanggi mendadak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membahas Gunung Merapi dan gempa Yogyakarta.Dikatakn Ical, berdasarkan data Badan Vulkanologi, guguran awan panas tidak melebihi jarak 7 kilometer dari puncak Merapi.Oleh sebab itu dia menginstruksikan kepada para kepala daerah setempat untuk memindahkan titik pengungsian dengan jarak lebih dari 7 kilometer dan lokasi pengungsian yang didirikan berjarak minimal 300 meter dari bibir sungai yang rawan awan panas yakni Sungai Krasak dan Gendol.Menko Kesra juga meluruskan pemberitaan yang menyebutkan Merapi meletus. Berita itu tidak benar, karena yang ada adalah peningkatan aktivitas seperti lahar dan awan panas."Jadi yang diberitakan Merapi meletus tolong diganti. Yang terjadi adalah peningkatan aktivitas awan panas seperti yang kerap belangsung satu bulan ini," ujar dia. Gempa YogyakartaTerkait dengan gempa Yogyakarta, Ical menjelaskan pemerintah tidak akan mundur dari janjinya untk memberikan jaminan hidup bagi para penungsi. Setiap pengungsi akan mendapat uang lauk pauk sebesar Rp 3.000/hari dan beras 10 kilogram per orang per bulan selama tiga bulan untuk mereka yang rumahnya hancur total dan rusak berat.Khusus untuk mereka yang tempat tinggalnya rusak ringan, jaminan hidup diberikan hanya sampai 1 bulan. "Berdasarkan hasil rapat antara pemerintah dan bupati setempat pembagian akan dilakukan mulai Juli," jelasnya.
(san/)











































