Aziddin Gelar Lobi di Hotel Radisson Terkait Pemondokan Haji
Kamis, 08 Jun 2006 13:45 WIB
Jakarta - KH Aziddin, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD), membantah melakukan percaloan terkait proyek pemondokan dan katering jamaah haji di Arab Saudi. Namun, Aziddin ternyata sempat menggelar pertemuan di Hotel Radisson Apartement di Jeddah untuk melobi pemondokan dan katering. Dalam pertemuan di Radisson, Aziddin mengundang Staf Teknis Urusan Haji Nur Samad Kamba. Pertemuan digelar pada 10 April 2006. Apa yang dilakukan Aziddin ini terkuak dalam laporan khusus yang dibuat oleh Nur Samad Kamba kepada Menteri Agama Maftuh Basyuni. Laporan khusus ini memuat kronologi tindakan-tindakan yang diperbuat oleh Aziddin di Arab Saudi, terkait isu percaloan dalam urusan pemondokan dan katering. Laporan khusus ini dikeluarkan pada 6 Juni 2006 dan telah dikirimkan ke Menag. detikcom mendapatkan kopian dokumen ini pada Kamis (8/6/2006). Laporan ini berkop surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah. Salah satu isi surat tersebut adalah tentang pertemuan Radisson yang digelar oleh Aziddin pada 10 April 2006. Dalam pertemuan itu, hadir juga Ishom Fathoni dan Mr Fahd yang mengaku sebagai representatif Pangeran Abdul Aziz bin Nowaf bin Abdul Aziz Al Saud. Dalam pertemuan tersebut, Aziddin dan Ishom Fathoni cs menawarkan suatu proposal pelayanan katering jamaah haji Indonesia di Masyair (Arafah dan Mina). Namun, atas proposal itu, Nur Samad Kamba cs menolaknya. Penolakan itu disampaikan Nur Samad langsung di hadapan Aziddin dan rekan. Alasan Nur Samad melakukan penolakan, karena urusan katering di Masyair termasuk bagian dalam kesepakatan Menteri Agama dengan Menteri Haji Arab Saudi tentang Tartibat Al Haj. detikcom juga mendapatkan dokumen surat yang mengatasnamakan Pangeran Abdul Aziz bin Nowaf bin Abdul Aziz al Saud. Surat tak bertanggal itu ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI cq KH Aziddin. Di surat itu tertulis, Aziddin sebagai Ketua Pansus Revisi UU Haji. Surat berlambang negara Arab Saudi itu ditulis dalam bahasa Arab. Intinya, dalam surat tersebut, Pangeran Abdul Aziz menawarkan kepada Aziddin tentang perumahan dan katering untuk jamaah haji selama di Masyair. Belum jelas, mengapa surat Pangeran Abdul Aziz dikirimkan kepada Aziddin. Diduga, pertemuan di Radisson ini juga menindaklanjuti surat Pangeran Abdul Aziz ini. Belum jelas juga, mengapa Aziddin yang juga Ketua FPD di MPR ini merespons surat Pangeran Abdul Aziz ini.
(asy/)











































