DPR Tetap Kunjungi Aussie, Dijadwalkan 12-16 Juni

DPR Tetap Kunjungi Aussie, Dijadwalkan 12-16 Juni

- detikNews
Kamis, 08 Jun 2006 12:19 WIB
Jakarta - Anjing menggonggong, khafilah tetap berlalu. Meski dikritik, anggota Komisi I DPR akhirnya tetap berangkat ke Australia untuk membahas pemberian visa terhadap 42 warga Papua pencari suaka.Kepastian keberangkatan anggota DPR ke negeri kanguru itu disampaikan oleh Ketua Komisi I Theo L Sambuaga kepada wartawan saat jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/6/2006).Dijelaskan Theo, anggota Komisi I DPR yang berangkat ke Australia sebanyak 5 orang.Mereka adalah AS Hikam (FPKB), Yusron Ihza (FBPD), Yuddy Chrisnandi (FPG), Boy MW Saul (FPD), Chudlary Syafi'i Hadzami (FPPP). Delegasi yang dipimpin AS Hikam ini akan berada di Australia selama 5 hari pada 12-16 Juni.Di Australia, kelima anggota dewan yang terhormat ini akan melakukan pertemuan dengan pimpinan parlemen Australia. Mereka akan membahas berbagai hal terkait kebijakan pemerintah Australia yang memberikan visa kepada 42 warga Papua.Menurut Theo, delegasi Komisi I DPR ini juga akan melakukan pertemuan dengan pimpinan pemerintahan dan kalangan civil society Australia, seperti LSM, pers, gereja dan akademisi."Keberangkatan ini untuk memperbaiki hubungan kita yang selalu up and down dengan Australia. Kita akan jelaskan bahwa isu genosida tidak benar. Ini bukan saja mengganggu, namun membuat orang yang anti-Indonesia justru mendapat angin," tukas Theo.Theo juga menjelaskan soal besarnya dana untuk kepergian anggota DPR ini. Menurut politisi Partai Golkar ini, DPR telah menganggarkan dana sebesar Rp 140 juta yang diambil dari pos anggaran kunjungan DPR."Per kepala hanya mendapat tiket dan akomodasi. Kalau biasanya ada biaya operasional, untuk sekarang tidak ada," ungkap Theo.Sebelumnya rencana kunjungan ini ditentang banyak pihak. Mereka menilai kunjungan DPR ini tidak efektif dan hanya pemborosan belaka. Kritikan tidak hanya datang dari kalangan luar DPR tapi juga dari internal DPR.Komisi I DPR sendiri kabarnya belum satu suara mengenai hal ini. Hal itu dibuktikan dengan sikap sejumlah anggota DPR yang membatalkan diri ikut dalam rombongan tersebut.Isu ketidaksolidan ini dibantah, Yudi Chrisnandi. Menurutnya, Komisi I telah satu suara mengenai rencana ini. Soal batalnya keberangkatan beberapa anggota, seperti Ali Mochtar Ngabalin, Deddy Djamaludin Malik (FPAN), dan Happy Bone Zulkarnaen (FPG), disebabkan waktu keberangkatan yang berbenturan dengan aktivitas mereka sebagai pengurus partai."Pimpinan memang sempat memberikan kesempatan kepada anggota lain untuk berangkat, namun karena keterbatasan dana, akhirnya hanya lima anggota ini saja yang berangkat," kata Yudi. (djo/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads