Warga: Wedhus Gembel Bergulung-gulung di Atas Kepala

Warga: Wedhus Gembel Bergulung-gulung di Atas Kepala

- detikNews
Kamis, 08 Jun 2006 11:26 WIB
Sleman - Luncuran awan panas (wedhus gembel) yang terjadi pukul 09.20 WIB membuat warga Glagah Harjo, Kecamatan Cangkringan. Sleman, Yogyakarta panik. Warga yang tengah berada di hutan mencari rumput dan penambang pasir tradisional berlarian menyelamatkan diri."Wedhus gembel sudah di atas kepala. Saya berteriak-teriak dan langsung lari. Rumput saya tinggal di hutan. Banyak warga lain berteriak-teriak," ujar Sarijo (60) warga Glagah Harjo saat ditemui detikcom di pemukiman, Kamis (8/6/2006).Sarijo sama sekali tidak menyangka datangnya awan panas yang bergulung-gulung tersebut. "Kaki saya masih gemetaran karena melihat awan panas. Wedhus gembel tampak jelas hitam dan bergulung-gulung susul-menyusul," urainya.Saat awan panas meluncur ke wilayah selatan Merapi, sebagian besar warga melakukan aktivitas di hutan dan menambang pasir di sungai. Sekitar pukul 09.20 WIB, awan panas dengan ukuran besar meluncur mengarah ke selatan masuk ke hulu Kali Gendol. Warga yang tengah berada di aliran sungai, lari pontang-panting naik ke atas tanggul.Laporan Tim SAR Balerante menyebutkan, awan panas kali ini sudah mencapai batas vegetasi di kawasan bukit Kancil Kukusan yang terletak antara Desa Kepuh Harjo, Cangkringan, Sleman, dan Desa Balerante Klaten.Saat ini, wilayah Magelang, seperti Kecamatan Srumbung, Kecamatan Dukun dan Muntilan dilanda hujan abu. (jon/)


Berita Terkait