Flu Burung di Pamulang
Omzet Ayam Potong Sugimin Anjlok
Kamis, 08 Jun 2006 11:26 WIB
Tengerang - Sejak tetangganya meninggal akibat flu burung, bisnis ayam potong Sugimin mulai terseok-seok. Sedikit demi sedikit omzetnya melorot.Sugimin adalah pemilik usaha pemotongan ayam yang lokasinya hanya 100 meter dari kediaman Suryoto, ayah Toni Ranjani (10) dan Yohana (7), yang meninggal akibat virus flu burung pada 29 Mei dan 1 Juni lalu.Sejak kasus itu, omzet bisnis pemotongan ayam Sugimin melorot hingga 40 persen. Kalau biasanya ia mampu memotong ayam sebanyak 2.000 ekor per hari, kini bisa memotong 1.200 ekor per hari saja sudah bagus.Kondisi itu diungkapkan anak Sugimin, Mulyono (25), saat ditemui detikcom di kediamannya, Jalan Arya Putra, RT 02/RW 02, Kelurahan Kedaung, Pamulang, Tangerang, Jakarta, Kamis (8/7/2006).Diungkapkan Mulyono, sebetulnya sebelum merebaknya kasus ini, tempat pemotongan hewan milik keluarganya hampir setiap hari dibersihkan. "Tiap pukul 06.00 WIB dan pukul 17.00 WIB kita selalu semprot pakai vaksin," katanya.Sekitar pukul 11.10 WIB, tempat pemotongan ayam milik Sugimin untuk kedua kalinya kembali diperiksa tim Dinas Peternakan dan Balai Veteriner, Kabupaten Tengerang. Tim itu memeriksa kotoran, bulu dan darah ayam yang dipotong di tempat itu. Pada pemeriksaan pertama 30 Mei lalu, hasilnya negatif.Kini keberadaan tempat pemotongan ayam di pemukiman padat itu mulai dikeluhkan para tetangga Sugimin. Sebab jika turun hujan, air pembuangan rumah potongan hewan itu tidak tersalurkan dengan baik, sehingga bau tak sedap kerap menyeruak di lingkungan tersebut."Kalau misalkan musim hujan, lapangan bola yang ada di depannya, baunya minta ampun. Karena banyak air pembuangan kotoran yang lari ke lapangan," kata Ali, tetangga Sugimin.
(umi/)











































